Direktur LP3BH Papua Ditembak, PBHI: Bukti Pelanggaran HAM Masih Marak!

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para aktivis membawa poster-poster saat berdemo untuk menarik perhatian kepada isu HAM Papua, di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, di tengah kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander, 12 Maret 2020. (Foto: AFP)

Para aktivis membawa poster-poster saat berdemo untuk menarik perhatian kepada isu HAM Papua, di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, di tengah kunjungan Raja Belanda Willem-Alexander, 12 Maret 2020. (Foto: AFP)

1TULAH.COM– Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Yan Christian Warinussy menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat keluar dari sebuah bank di Manokwari Barat, Papua, pada Rabu (17/7/2024) sekitar pukul 16.00 WIT. Peristiwa ini menuai kecaman keras dari Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan, yang menilai penembakan tersebut sebagai serangan serius terhadap para pembela HAM, terutama yang bekerja di daerah-daerah terpencil.

Aktivis HAM Papua Ditembak OTK

Yan Warinussy, yang dikenal sebagai aktivis HAM Papua yang vokal, ditembak di bagian perut saat keluar dari Bank Mandiri di Jalan Yos Sudarso, Sanggeng, Manokwari Barat. Pelaku penembakan yang berjumlah dua orang, langsung melarikan diri setelah aksi brutal tersebut. Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Koalisi: Serangan Terhadap Pembela HAM

Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan, yang terdiri dari berbagai organisasi HAM dan masyarakat sipil, mengecam keras aksi penembakan terhadap Yan Warinussy. Ketua Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani, yang merupakan bagian dari koalisi tersebut, menyatakan bahwa penembakan ini merupakan serangan serius terhadap para pembela HAM, khususnya yang bekerja di daerah-daerah terpencil.

Baca Juga :  Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

“Ini jelas merupakan serangan terhadap Yan Warinussy dan para pembela HAM lainnya,” ujar Julius. “Yan bukan orang sembarangan. Beliau adalah aktivis HAM Papua yang telah lama memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua. Penembakan ini menunjukkan bahwa para pembela HAM di Papua masih terus mendapatkan intimidasi dan kekerasan.”

Julius menambahkan bahwa profil Yan Warinussy yang tidak terpisahkan dari situasi pelanggaran HAM di Papua, serta kasus-kasus yang sedang ditanganinya, menjadi indikasi kuat bahwa penembakan ini merupakan tindakan balas dendam.

Desak Penyelidikan Tuntas

Baca Juga :  Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penembakan ini dan menangkap pelakunya. Koalisi juga meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada para pembela HAM di Papua, agar mereka dapat bekerja dengan aman dan tanpa rasa takut.

Penembakan Yan Warinussy menjadi pengingat bahwa masih banyak aktivis HAM di Indonesia yang bekerja dalam situasi yang berbahaya. Penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi para pembela HAM dan memastikan bahwa mereka dapat menjalankan tugasnya dengan bebas dan tanpa rasa takut.

Kasus ini juga menjadi sorotan terhadap situasi pelanggaran HAM di Papua yang masih terus terjadi. Diharapkan dengan adanya perhatian publik yang lebih besar, kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua dapat segera diselesaikan dan para pelakunya dapat diadili dengan seadil-adilnya. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Berita Terbaru