Cedera Olahraga, Inilah Pertolongan Pertama yang Penting Dilakukan

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penanganan Cedera Saat Olahraga. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi Penanganan Cedera Saat Olahraga. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Para atlet ataupun pegiat olahraga rentan mengalami cedera.

Pertolongan pertama terhadap cedera yang diakibatkan oleh olahraga, sangat penting untuk mencegah cedera semakin parah.

Adapun cedera olahraga didefinisikan sebagai kerusakan pada jaringan tubuh, yang terjadi akibat latihan fisik maupun berolahraga.

Penanganan yang tepat dan pencegahan cedera sangat penting guna menjaga kesehatan dan performa atletik lewat pendekatan multidisipliner, seperti ortopedi dan fisioterapis

Dr Fajar Mahda, SpOT (K), Dokter Spesialis Orthopedi, Konsultan Hip & Knee, Sport Medicine RS Pelni mengatakan, penanganan cedera ortopedi bagi atlet memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk memastikan pemulihan yang cepat dan mengurangi risiko cedera berulang.

Saat mengalami cedera, akan ada penanganan awal yang dilakukan, yakni Rest (istirahat), Ice (kompres es batu untuk hilangkan peradangan), Compression (pembalutan), dan Elevation (pengangkatan).

Cedera saat olahraga sendiri memerlukan rehabilitasi fisik untuk memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, dan mengembalikan fungsi normal lewat fisioterapi.

“Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin demi memantau kemajuan dan menyesuaikan program perawatan,” kata dia.

Guna menghindari cedera olahraga, selain menjaga muskuloskeletal (otot, tulang, sendi, ligamen, saraf) penting juga memperhatikan kesehatan jantung lewat cek kekuatan jantung dan paru (CPET).

Baca Juga :  Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Teknologi ini memungkinkan kita untuk mengetahui seberapa besar kekuatan jantung dalam menyerap oksigen.

Adapun upaya lain dalam mencegah cedera dengan cara mengetahui kondisi badan melalui kekuatan otot dan sendi lewat sport fisioterapi.

Penanganan Lanjutan

Cedera olahraga sendiri nyatanya bukan hanya masalah fisik sementara, tetapi dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani secara serius, hal ini dapat memperburuk hingga menyebabkan gangguan tulang belakang.

Sebagai struktur kunci yang mendukung hampir semua gerakan tumbuh dan aktivitas fisik, dampak yang ditimbulkan nyatanya bisa membatasi kemampuan untuk melakukan gerakan yang benar dan meningkatkan risiko cedera pada bagian tubuh lain.

Rehabilitasi yang tidak memadai dapat menyebabkan penyembuhan yang buruk, meningkatkan risiko cedera ulang saat kembali berolahraga.

Dr Rizky Notario Haryanto Putro, Sp.OT (K) – Dokter Spesialis Orthopedi RS Pelni mengatakan, saraf dilindungi secara menyeluruh lewat tulang belakang.

Jika ada bantalan tulang yang menekan saraf, tentu rasa sakit akan menjalar ke tubuh. Karena itu, pendekatan yang tepat dalam penanganan dan rehabilitasi sangat krusial.

Baca Juga :  Benarkah "Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi"? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

“Diagnosis yang akurat dan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi, dan mencegah kambuhnya masalah tulang belakang,” ungkapnya.

Guna terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, RS Pelni meluncurkan layanan unggulan terbaru yaitu Orthopedic Center.

Layanan baru ini siap hadir untuk menjadi pusat rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan ortopedi yang berkualitas dan komprehensif.

Ini memungkinkan atlet untuk kembali beraktivitas dengan aman dan mengurangi risiko cedera berulang.

Beberapa fasilitas penunjang modern yang dimiliki RS Pelni antara lain MRI 1.5 Tesla untuk pemeriksaan mendetail struktur jaringan lunak dan tulang, MSCT Scan 128 Slices untuk pemeriksaan diagnostik cepat dan akurat dengan resolusi tinggi, hingga C-ARM untuk panduan visual selama prosedur bedah dan intervensi.

Seluruh penanganan masalah ortopedi tersebut dilakukan oleh Tim Dokter Orthopedi serta tim yang terdiri dari Dokter Spesialis Rehabilitasi Medis, Spesialis Anestesi, dan Spesialis Saraf yang memiliki pengalaman dan keahlian yang luas di bidangnya.

Adapun fasilitas penunjang yang lengkap lainnya seperti radiologi dan laboratorium.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Berita Terbaru