Dikeroyok Teman Sekolah Setahun yang Lalu, Siswa SMP di Takisung Tala Lumpuh!

- Jurnalis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus perkelahian siswa SMP di Takisung dimediasi di Kantor Desa Gunung Makmur. Foto: Farida Alriani/1tulah.com

Kasus perkelahian siswa SMP di Takisung dimediasi di Kantor Desa Gunung Makmur. Foto: Farida Alriani/1tulah.com

1tulah.com, PELAIHARI – Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) berinisial SP (13) warga Desa Gunung Makmur, Takisung, Tanah Laut (Tala), Kalsel, hampir satu tahun menderita kelumpuhan bagian tubuh sebelah kiri.

Kelumpuhan putra dari Bambang Triono dan Maria Ulfah itu bukan tanpa sebab, anak itu diduga menjadi korban perkelahian yang tidak berimbang satu melawan tiga orang pelajar di salah satu SMP di Takisung. Peristiwa itu bermula sekitar 25 Juli 2023 lalu.

Maria Ulfah menuturkan, setelah peristiwa itu terjadi, SP anaknya menderita cidera pada bagian punggung belakang dari hasil rontgen di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

Keinginan anaknya sembuh, Maria Ulfah harus terus bolak-balik memeriksakan anaknya ke RS Ulin Banjarmasin. 

Dalam seminggu hampir tiga kali mendatangi spesialis ortopedi dan saraf anak, untuk memeriksa fisik anaknya.

“Dari hasil pemeriksaan dokter saraf, anak saya cidera di bagian tulang empat sampai tulang sembilan, karena ada kerusakan di bagian punggung, termasuk bagian sarafnya, pemeriksaan anak saya menggunakan BPJS,” katanya saat ditemui 1tulah.com di rumahnya, Jumat (14/6/2024).

Kondisi sekarang SP, selain mengalami trauma ketakutan yang berkepanjangan, dia juga tidak bisa berjalan secara normal namun harus dibantu menggunakan  tongkat sejak Desember 2023.

“Sejak bulan Desember 2023 anak saya kelas 1 SMP, dan sudah tidak sekolah. Kalau ketemu orang lain merasa ketakutan, selama tidak sekolah ini aktivitas di rumah saja, paling sambil belajar betulkan alat-alat elektronik yang rusak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

Maria Ulfah bilang, selain terganggu psikologis anaknya kerap menangis histeris kesakitan karena nyeri di bagian punggung dan kaki.

“Saya berharap anak saya bisa sembuh seperti semula bisa berteman dengan orang lain dan sekarang ini perlu adanya pendampingan secara psikologisnya,” pungkasnya.

Kasusnya Dimediasi, Orangtua Korban Dibantu Pengobatan Psikologis

Kasus perkelahian siswa pada salah satu sekolah SMP di Takisung dimediasi

Mediasi dilakukan di Kantor Desa Gunung Makmur, Takisung, Tala, Jumat (14/6/2024) sore.

Kepala Desa Gunung Makmur, Noor Rakhmad, mengatakan mediasi ini menghadirkan kedua belah pihak dari orangtua siswa di Takisung. Serta hadir pula dari pihak kepala sekolah dan para guru.

“Dalam mediasi ini pihak korban menjalin silaturahmi dengan pihak orangtua siswa yang melakukan perkelahian,” katanya.

Selain itu, Noor Rakhmad bilang, orangtua korban meminta anaknya dilakukan pemulihan psikologis dengan biaya ditanggung oleh pihak orangtua siswa yang terlibat berkelahi.

“Orang tua korban meminta biaya pengobatan psikologis anak 2 sampai 3 kali,” tandasnya.

Sementara itu kepala sekolah SMP di Takisung, Husaini, mengatakan kejadian perkelahian siswanya terjadi pada 24 Juli 2023 silam dan terjadi pada waktu istirahat jam belajar.

Ia bilang, kejadian awal perkelahian ada di luar kelas, kemudian berlanjut berkelahi di kelas, pas guru lagi istirahat.

Baca Juga :  Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

“Awal diketahuinya oleh guru piket pas lagi keliling melihat korban menangis lantas dibawa ke guru BK, anak tersebut dimintai keterangan bersama siswa yang lain, selanjutnya masing-masing orangtua ditelepon untuk datang ke sekolah,” jelasnya.

Korban adalah anak kelas 7 berinisial SP dan lawannya adalah AAA, FA dan ZN.

Setelah kejadian itu Husaini berkata, pihak sekolah melakukan upaya pemanggilan siswa yang berkelahi dan memanggil keempat orang tuanya. 

Setelah itu pernah dilakukan mediasi di Polsek dan ada kesepakatan pengobatan korban, dilanjutkan mediasi di sekolah tentang biaya pengobatan.

“Melakukan perjanjian kepada ketiga siswa yang bersalah, dan surat perjanjian orangtua korban dan orangtua siswa yang bermasalah,” katanya.

Ia menambahkan, ketiga siswa yang berkelahi diberikan surat perjanjian tidak boleh mengulang perbuatan yang sama.

Budiyono ayah dari salah seorang siswa yang ikut berkelahi mengatakan, kasus ini sebenarnya sudah dilakukan mediasi awal dan disepakati melalui surat resmi oleh kedua belah pihak.

“Mediasi susulan ini kita sepakati, beberapa poin kesepakatan adalah pihak sekolah menyetujui mengunjungi keluarga korban dan pihak kedua bersedia mendampingi pihak satu dalam pengobatan anaknya serta membantu biaya pengobatan sesuai dengan kemampuan,” pungkasnya.

Penulis: Farida Alriani

Editor: Aprie

Berita Terkait

Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis
Tak Berkutik! Pengedar Jalan Hauling KM 1 PT TOP Diringkus Polsek Montallat, Belasan Paket  Sabu Gagal Edar
Gercep! Macan Satreskrim Polres Barut Ungkap Pelaku Pembobol Rumah di Rapen Raya
Ditinggal Ibadah, Rumah Milik Warga Jalan Rapen Raya Lingkar Kota Muara Teweh Dibobol Pencuri
Tak Pernah Habis, Polisi Barut Gagalkan Peredaran Lebih 1 Ons Sabu di Penginapan Baarakati
Usai Kunjungan Kepala BNNP Kalteng, Satresnarkoba Polres Barut Ringkus Pengedar Sabu Jalan Imam Bonjol 
Dugaan Korupsi Pengadaan Hewan Ternak, Kajari Barut Perkirakan Kerugian Negara Lebih dari Rp 1,2 Miliar
Berawal dari Pencurian, Polisi Barut Ungkap Kronologis Penembakan RE di Crusher Bayas Lanjas

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 20:02 WIB

Kecelakaan di Bukit Akap Seruyan Tengah, 3 Orang Meninggal Dunia, 2 Kritis

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:45 WIB

Tak Berkutik! Pengedar Jalan Hauling KM 1 PT TOP Diringkus Polsek Montallat, Belasan Paket  Sabu Gagal Edar

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:58 WIB

Gercep! Macan Satreskrim Polres Barut Ungkap Pelaku Pembobol Rumah di Rapen Raya

Senin, 16 Maret 2026 - 12:32 WIB

Ditinggal Ibadah, Rumah Milik Warga Jalan Rapen Raya Lingkar Kota Muara Teweh Dibobol Pencuri

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:24 WIB

Tak Pernah Habis, Polisi Barut Gagalkan Peredaran Lebih 1 Ons Sabu di Penginapan Baarakati

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:09 WIB

Usai Kunjungan Kepala BNNP Kalteng, Satresnarkoba Polres Barut Ringkus Pengedar Sabu Jalan Imam Bonjol 

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:29 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Hewan Ternak, Kajari Barut Perkirakan Kerugian Negara Lebih dari Rp 1,2 Miliar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:45 WIB

Berawal dari Pencurian, Polisi Barut Ungkap Kronologis Penembakan RE di Crusher Bayas Lanjas

Berita Terbaru