Pilot-Enginer Pesawat Smart Air yang Jatuh di Nunukan di Rujuk ke RSUD Jusuf SK Tarakan

- Jurnalis

Senin, 11 Maret 2024 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pilot pesawat PK-SNE Smart Aviation Capt. M Yusuf (29) yang selamat berhasil dievakuasi saat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Jusuf SK Tarakan, Minggu (10/3). (sumber: suara.com)

Kondisi pilot pesawat PK-SNE Smart Aviation Capt. M Yusuf (29) yang selamat berhasil dievakuasi saat menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Jusuf SK Tarakan, Minggu (10/3). (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dua korban pesawat (Pilot-Enginer) Pilatus PC-6 Porter PK-SNE milik maskapai penerbangan Smart Aviation yang jatuh berhasil dievakuasi dari Binuang, Nunukan menuju Lapangan Udara Anang Busra Tarakan, Minggu (10/3/2024) untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Jusuf SK.

“Seluruh korban dapat terevakuasi dan dibawa ke RSUD dr Jusuf SK untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Kepala Basarnas Tarakan Syahril, Minggu (10/3/2024).

Pilot pesawat PK-SNE Smart Aviation bernama Capt. M Yusuf (29) alamat Kluster Botanical Garden III No. 9, Bekasi Selatan ditemukan selamat dan seorang Enginer bernama Deni (35) asal Pangandaran ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres 27/2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Digital

Korban Capt M. Yusuf tampak mengalami luka bagian kepala serta dipasang alat bantu pernapasan. Sementara jenazah Deni saat ini masih berada di RSUD dr Jusuf SK.

Kedua korban dievakuasi menggunakan Super Puma H-225M Reg. H-2207. Usai berhasil mengevakuasi, seluruh korban langsung dibawa menuju Tarakan.

Baca Juga :  Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Sebelumnya diberitakan, pesawat milik Smart Aviation dilaporkan hilang kontak pagi setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Jumat (8/3/2024) pada pukul 08.25 Wita tujuan Binuang, Krayan, Nunukan pada pukul 09.25 Wita.

Pesawat perintis tersebut membawa sembako sebanyak 21 item dengan berat 583 kilogram. Item tersebut di antaranya gula sebanyak 25 kilogram, pasta gigi, kopi dan permen

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Berita Terbaru