Memaksa Diri Untuk Tidur Bikin Susah Terlelap, Ini Menurut Para Ahlinya

- Jurnalis

Senin, 11 Maret 2024 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidur tanpa busana (Freepik/jcomp)

Ilustrasi tidur tanpa busana (Freepik/jcomp)

 


1TULAH.COM
– Menurut tren di TikTok, mencoba memaksa diri untuk tidur mungkin justru menghambat kemampuan untuk tertidur. Sejumlah influencer justru merekomendasikan untuk mencoba teknik sebaliknya, yaitu mencoba untuk tidak tidur.

Teknik yang bertentangan dengan intuisi ini dikenal sebagai ‘niat paradoks’. Metode ini ternyata telah diuji coba dan didukung oleh penelitian ilmiah.

“Niat paradoks adalah prosedur pengobatan lama yang telah digunakan dalam terapi psikologis selama beberapa dekade,” terang Colin Espie, profesor pengobatan tidur di Nuffield Department of Clinical Neurosciences, Universitas Oxford.

“Faktanya, saya melakukan penelitian pertama saya menggunakan terapi niat paradoks pada tahun 1980an,” ucapnya, dikutip dari BBC Science Focus.

Niat paradoks merupakan sebuah pendekatan psikologis di mana seseorang dengan sengaja mengambil sikap berlawanan terhadap hasil yang diinginkan dalam rangka mengatasi fobia atau gangguan kecemasan. Contohnya, jika seseorang memiliki fobia terhadap kegagalan, pendekatan niat paradoks akan melibatkan menghadapinya secara langsung daripada menghindarinya. Ini dapat mencakup menghadapkan individu pada situasi yang memicu kegagalan secara berulang, hingga membuatnya menjadi hal yang biasa dan akhirnya mengurangi ketakutan dan kecemasannya.

“Untuk tidur, instruksi dasarnya adalah Anda harus berusaha untuk tetap terjaga ketika merasa siap untuk tidur, mengantuk, atau di malam hari ketika Anda bangun,” ucap Espie.

“Kamu harus membalikkan niatmu untuk mencoba tetap terjaga,” lanjutnya.

Meskipun terlihat kontra-intuitif pada awalnya, pendekatan ini didasarkan pada gagasan bahwa upaya keras untuk tidur bisa menjadi penghalang yang tidak diinginkan.

“Tidur pada dasarnya adalah proses yang tidak disengaja, dan oleh karena itu, dengan mencoba mengendalikan proses tidur, Anda biasanya mengganggu proses tersebut,” terang Espie.

“Pada dasarnya, Anda tidak bisa (menyengaja) tidur; Anda hanya bisa tertidur,” pungkasnya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Berita Terbaru