Penutupan Fitur Buka Cicilan Bukalapak Bisa Hemat Pendanaan

- Jurnalis

Minggu, 3 Maret 2024 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Penutupan fitur layanan kredit BukaCicilan dari e-commerce PT Bukalapak Tbk (BUKA) dinilai sebagai suatu langkah positif oleh banyak pihak. Fitur tersebut dianggap bukan bagian dari inti bisnis BUKA, sehingga penutupannya dapat membantu perusahaan menghemat pendanaan yang terbatas.

Menurut Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), penutupan BukaCicilan dianggap sebagai langkah yang tepat karena fitur tersebut bukanlah daya tarik utama bagi konsumen. Mayoritas konsumen lebih tertarik dengan harga murah daripada opsi cicilan. Oleh karena itu, jika harga sudah terjangkau, cicilan hanya dianggap sebagai pelengkap.

Baca Juga :  Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?

Data menunjukkan bahwa belanja online semakin populer di Indonesia, dengan sekitar 75% masyarakat memilih untuk berbelanja secara online pada semester pertama tahun 2023. Alasan utama di balik tren ini adalah karena adanya gratis ongkos kirim yang ditawarkan oleh sejumlah platform e-commerce.

Huda juga mengungkapkan bahwa penutupan layanan tertentu oleh perusahaan merupakan hal yang wajar dalam upaya refocusing untuk tetap bersaing dengan kompetitor. Ini juga tidak lepas dari pertimbangan pendanaan perusahaan dan fokusnya untuk tetap kompetitif.

Meskipun BukaCicilan telah ditutup, VP Financial Solution Bukalapak, Desy Hartono, menyatakan bahwa Bukalapak masih bekerja sama dengan Kredivo untuk menyediakan layanan kredit. Pelanggan yang sebelumnya menggunakan BukaCicilan juga masih dapat menggunakan pilihan pembiayaan lain dari Kredivo dan mitra penyelenggara lainnya yang tersedia.

Baca Juga :  Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?

BukaCicilan sendiri merupakan fitur kredit virtual yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 dalam kolaborasi dengan perusahaan startup Akulaku. Namun, Akulaku kemudian mendapatkan sanksi pembatasan usaha BNPL dari OJK, sehingga Bukalapak pun terpaksa menutup layanan tersebut. Meskipun begitu, Bukalapak tetap berupaya untuk memberikan solusi pembiayaan alternatif kepada pelanggannya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional
Kado Manis May Day 2026: Presiden Prabowo Teken Perpres 27/2026, Potongan Ojol Resmi Turun Jadi 8%!
Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!
Ekonomi Global Terguncang! Iran Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 107 Dolar AS
Fundamental Ekonomi Kokoh, BI Optimis Rupiah Tetap Resilien Melawan Gejolak Geopolitik
Hati-hati! Ini 9 Saham Sultan dengan Kepemilikan Terpusat Versi Bursa Efek Indonesia
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: “Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!”
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:47 WIB

Update Harga BBM Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Series Naik, Mengapa Pertamax Masih Ditahan?

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:53 WIB

Kado Manis May Day 2026: Presiden Prabowo Teken Perpres 27/2026, Potongan Ojol Resmi Turun Jadi 8%!

Senin, 27 April 2026 - 17:19 WIB

Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!

Senin, 27 April 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Global Terguncang! Iran Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 107 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 - 09:48 WIB

Fundamental Ekonomi Kokoh, BI Optimis Rupiah Tetap Resilien Melawan Gejolak Geopolitik

Kamis, 23 April 2026 - 09:39 WIB

Hati-hati! Ini 9 Saham Sultan dengan Kepemilikan Terpusat Versi Bursa Efek Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 13:33 WIB

Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: “Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!”

Berita Terbaru