Berikut Gejala Umum Kanker Sarkoma yang Diderita Alice Norin

- Jurnalis

Jumat, 16 Februari 2024 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Alice Norin memberikan kabar menyedihkan bahwa ia sedang sedang sakit. Ia mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita sarkoma, jenis kanker langka dan agresif yang berkembang di otot rahim.

Menurut dokter spesialis kandungan, dr. Veinardi Madjid, SpOG, SubspOnk, kanker sarkoma merupakan penyakit yang menimbulkan banyak “tantangan”.

Hal tersebut disebabkan karena jaringan ikat tidak hanya terdapat di rahim, tetapi juga tersebar di berbagai organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, penanganan yang tepat perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasien yang mengidap kanker sarkoma.

dr. Veinardi menjelaskan bahwa gejala kanker sarkoma pada rahim bergantung pada lokasi di mana kanker tersebut muncul. Kanker sarkoma bisa muncul di dalam rahim (intrauterine) atau di luar rahim (ekstrauterine).

“Harus dilihat juga ini di dinding rahim sebelah mana. Di lapisan dalamnya atau di luar rahimnya. Kalau dinding rahimnya itu di dalam itu biasanya ada perdarahan,” kata dr Veinardi, Jakarta Barat, Jumat (16/2).

Jika kanker sarkoma berada di luar rahim, gejala yang mungkin muncul adalah adanya benjolan yang teraba atau terlihat menonjol. Pasien mungkin merasakan atau melihat perut mereka membesar akibat benjolan tersebut.

“Misalnya dia lokasinya di luar rahim, biasanya tuh dia menonjol pada rahim. Kalau misalnya itu sudah besar nanti bisa akan nampak misalnya di perutnya, ‘kok perut saya berubah lebih besar’. Jadi memang tergantung lokasinya,” ucapnya.

dr. Veinardi menekankan kepada masyarakat tentang pentingnya langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui skrining. Ia menjelaskan bahwa kanker sarkoma termasuk jenis kanker yang cenderung “bandel” dan perlu diwaspadai.

“Pengobatan pada sarkoma itu panjang sekali dan merupakan salah satu kanker yang rada ‘bandel’ artinya pencegahan itu merupakan salah satu cara yang paling bagus ya dibandingkan dengan kemoterapi,” tuturnya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Berita Terbaru