Mengetahui Hormon Progesteron Serta Fungsinya Bagi Wanita dan Pria

- Jurnalis

Kamis, 15 Februari 2024 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULAH.COM – Progesteron memiliki peran krusial dalam sistem reproduksi manusia, hadir dalam tubuh wanita dan dalam jumlah kecil pada pria. Kadar progesteron yang rendah dapat mengakibatkan infertilitas, keguguran, pendarahan rahim, ketidakteraturan menstruasi, dan penambahan berat badan.

Progesteron merupakan hormon seks yang memiliki peran signifikan dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Menurut Very Well Health, hormon ini juga memiliki tanggung jawab dalam pengembangan payudara dan mempersiapkan tubuh untuk menyusui.

Pada pria dan wanita, progesteron diproduksi dalam jumlah kecil oleh kelenjar adrenal. Namun, pada wanita, produksi utama progesteron terjadi di korpus luteum, yang merupakan bagian dari ovarium. Korpus luteum terbentuk dari folikel yang melepaskan sel telur selama ovulasi.

Selain itu, plasenta juga merupakan sumber progesteron, terutama selama kehamilan, untuk mendukung perkembangan janin. Sementara itu, pada pria, tingkat produksi progesteron oleh testis cenderung lebih rendah.

Hormon progesteron memiliki beragam peran yang berbeda, namun tugas utamanya adalah mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang fungsi progesteron, ini penjelasannya:

1. Membantu Siklus Menstruasi

Setelah ovulasi, korpus luteum meningkatkan produksi progesteronnya. Langkah ini melanjutkan upaya estrogen dalam mempersiapkan endometrium untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Jika zigot menempel, kehamilan dapat terjadi. Namun, jika tidak ada kehamilan, korpus luteum akan mengalami degenerasi dan kadar progesteron menurun, yang mengakibatkan menstruasi.

2. Merangsang Pertumbuhan Payudara

Saat memasuki masa pubertas, hormon progesteron merangsang pertumbuhan jaringan payudara. Setiap kali fase luteal terjadi, jaringan payudara juga mendapat rangsangan.

3. Kehamilan

Selama kehamilan, korpus luteum memproduksi progesteron hingga sekitar 10 minggu pertama. Setelah itu, sekitar minggu ke-10, plasenta mengambil alih produksi progesteron hingga akhir kehamilan.

Studi menunjukkan bahwa progesteron mungkin memiliki aktivitas antiinflamasi dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Fungsi ini diyakini membantu melindungi kehamilan dari risiko keguguran awal, mencegah keguguran di masa mendatang, serta mengurangi risiko persalinan prematur.

4. Mengobati Kondisi Endometriosis

Endometriosis merupakan kondisi di mana jaringan endometrium, yang seharusnya melapisi dinding rahim, tumbuh di luar rahim. Progesteron dapat membantu mencegah hiperplasia endometrium atau mengatasi pendarahan uterus yang tidak normal dan berat dengan mengatur siklus menstruasi.

5. Perkembangan Sperma Pada Pria

Progesteron juga dihasilkan oleh kelenjar adrenal pada pria, dan perannya terkait dengan proses pembentukan sperma.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Senin, 23 Maret 2026 - 16:52 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus Memanas, Suyuti Syamsul Siap Lakukan Serangan Balik ke Suriansyah Halim

Berita Terbaru