Pemerintah Korsel “Haramkan” Konsumsi Daging Anjing, Indonesia Kapan?

- Jurnalis

Rabu, 17 Januari 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan ekor anjing yang akan dijadikan eneka kuliner saat diamankan aparat dari sebuah tempat. Foto: Tangkapan Liar

Ratusan ekor anjing yang akan dijadikan eneka kuliner saat diamankan aparat dari sebuah tempat. Foto: Tangkapan Liar

1TULAH.COM-Mengkonsumsi daging anjing telah menjadi bagian dari kuliner di Korea Selatan (Korsel). Sejak berabad-abad lalu, sajian daging guk-guk ini merupakan sajian istimewa dalam setiap perjamuan.

Itu dulu. Saat ini pemerintah Korsel secara resmi telah mengharamkan mengonsumsi daging anjing melalui undang-udang yang telah resmi ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Korea Selatan mengesahkan undang-undang yang melarang praktik konsumsi daging anjing. Undang-undang tersebut akan mulai berlaku pada 2027 mendatang.

Kaum muda dan aktivis kesejahteraan hewan menyambut dengan sukacita, namun sebagian kalangan mengaku kecewa. “Kami sudah menyantap ini sejak Abad Pertengahan. Mengapa melarang kami menyantap makanan tradisional kami?” ujar salah satu warga Korea.

Baca Juga :  Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sementara itu di Negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam daging anjing masih banyak diperjualbelikan untuk keperluan konsumsi. Haramnya daging anjing di Indonesia hanya berdasarkan peraturan agama, dan belum ada regulasi maupun undang-undang yang secara resmi melarang konsumsi daging anjing. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Keamanan Piala Dunia 2026 Dipertanyakan usai Penembakan yang Menargetkan Trump
Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 05:43 WIB

Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Selasa, 28 April 2026 - 21:02 WIB

Keamanan Piala Dunia 2026 Dipertanyakan usai Penembakan yang Menargetkan Trump

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Berita Terbaru

Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani. Foto-ist

DPRD BARUT

Naruk Saritani Dukung Penuh Gerakan Indonesia ASRI di Muara Teweh

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:00 WIB