Sudah Langka, Legislator Kalteng Ini Minta Semua Pihak Ikut Menjaga Ekosistem Ikan Sapan di Hulu Sungai Beriam

- Jurnalis

Sabtu, 16 Desember 2023 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Siswandi saat menangkap ikan sapan putih di Sungai Beriam Kabupaten Mura. (Foto:Istimewa)

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Siswandi saat menangkap ikan sapan putih di Sungai Beriam Kabupaten Mura. (Foto:Istimewa)

1TULAH.COM-Ikan Sapan merupakan salah satu ikan endemik yang ada di wilayah Kalteng. Saat ini keberadaannya sudah terbilang langka, oleh karenanya semua pihak diminta untuk ikut menjaga ekosistemnya.

Sungai Beriam yang terdapat di Barito Hulu, Kecamatan Seribu Riam dan Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya (Mura) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), salah satu ekosistem 2 jenis ikan sapan yakni sapan putih dan sapan merah.

Masyarakat setempat benar-benar memanfaatkan ekositem tersebut untuk mencari kedua ikan itu dengan cara menggunakan jala.  Bahkan wakil rakyat yakni anggota DPRD Provinsi Kalteng Siswandi juga ikut andil.

Baca Juga :  LiraSpin Casino: Γρήγορα Κινητά Κέρδη και Ταχεία Παιχνίδι

Dikatakan Siswandi, ikan Sapan yang didapat yakni jenis sapan putih. Kondisi geografisnya berada di daerah hulu Sungai Beriam, yang memiliki kondisi air arus yang deras dan berbatuan.

“Ini saya dapat ikan Sapan Putih,” ujar Siswandi, Kamis (14/12/2023).

Ikan sapan juga katanya, menjadi ikon baru Kabupaten Mura yang berada di bawah Jembatan Merdeka Kota Puruk Cahu atau pinggir Sungai Barito.

Baca Juga :  Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja

“Ikan sapan salah satu ikan khas daerah setempat yang banyak hidup di hulu Sungai Barito,” ungkap Wakil Ketua Komisi III ini.

Ia pun memberikan arahan kepada masyarakat luas bahwa pentingnya menjaga ekosistem sungai. Karena kelangsungan hidup ikan menjadi tanggung jawab bersama.

“Untuk menjaga ekosistem dan habitat ikan, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dalam menangkap ikan jangan menggunaan setrum atau racun karena dinilai sangat merugikan dan dapat merusak sumber daya ikan yang ada,” imbaunya. (Ingkit)

Berita Terkait

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP
Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid
Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:18 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:49 WIB

Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:09 WIB

Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi

Berita Terbaru