Dipicu dari Mycoplasma Pneumoniae, Berikut Cara Pencegahan Penularan Wabah Pneumonia

- Jurnalis

Jumat, 1 Desember 2023 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mycoplasma Pneumoniae sebabkan wabah Pneumonia. (foto: freepik)

Mycoplasma Pneumoniae sebabkan wabah Pneumonia. (foto: freepik)

1TULAH.COM – Sejak Mei 2023, kasus pneumonia pada anak di berbagai rumah sakit mengalami pelonjakan yang signifikan. Kasus tersebut sebagian besar dipicu oleh bakteri Mycoplasma Pneumoniae pada paru-paru.

Mycoplasma Pneumoniae merupakan kuman yang sering menyebabkan terjadinya pneumonia berjalan. Pneumonia berjalan sendiri yakni istilah non medis untuk kasus pneumonia ringan serta tidak membutuhkan perawatan medis di RS. Sedangkan untuk istilah medis untuk kondisi medis menurut American Lung Association yakni pneumonia aptikal.

Benjamin Cowling, Ahli epidemiologi dari University of Hong Kong mengatakan peningkatan infeksi pernapasan akut merupakan hal biasa terjadi di musim dingin. Terlebih, aturan terkait menjaga jarak dan penggunaan masker sudah dilonggarkan sejak pandemi covid-19 berakhir.

Beberapa negara, penyebab lonjakan kasus infeksi pernapasan akut di musim dingin adalah infeksi RSV dan flu. Sedangkan di Cina, lonjakan kasus infeksi pernapasan akut yang terjadi disebabkan oleh infeksi Mycoplasma pneumoniae.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae biasanya dapat diobati dengan antibiotic marcolides. Tetapi, jika ketergantungan berlebih bisa memicu resistensi obat pada bakteri tersebut.

Berdasarkan studi, tingkat resistensi Mycoplasma pneumoniae terhadap macrolides di Beijing cukup tinggi, berkisar di angka 70-90 persen. Cowling mengatakan, resistensi obat dapat menghambat dan memperlambat proses pemulihan kasus pneumonia akibat infeksi Mycoplasma pneumoniae.

Maka dari itu, sekarang banyak kasus pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae di Cina yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. “Resistensi inilah yang mungkin berkontribusi terhadap tingginya tingkat rawat inap untuk kasus (pneumonia akibat infeksi) M.pneumoniae tahun ini,” kata Cowling, seperti dilansir Nature pada Kamis (30/11/23).

Infeksi Mycoplasma pneumoniae bisa mengenai individu yang sama lebih dari sekali. Di lain sisi, sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi Mycoplasma pneumoniae ungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Selain itu, CDC juga mengungkapkan terdapat beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar bisa melindungi diri dari risiko penularan Mycoplasma pneumoniae. Upaya pencegahan ini secara umum berkaitan dengan kebersihan diri.

“Seperti kebanyakan kuman-kuman yang menginfeksi sistem pernapasan, Mycoplasma pneumoniae paling sering ditularkan melalui batuk dan bersin,” ujar CDC.

Dilansir dari laman resminya, berikut lima cara pencegahan penyebarab Mycoplasma Pneumoniae yang dibagikan oleh CDC :

1. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin.

2. Buang tisu ke tempat sampah sesaat setelah digunakan.

3. Bila tak memiliki tisu, tutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam atau lengan atas bagian dalam saat batuk dan bersin.
4. Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik.

5. Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer beralkohol untuk membersihkan tangan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Berita Terbaru

Peresmian Kodim 1020/MRY, Senin (26/10/2026).

Berita

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Okt 2026 - 15:15 WIB