Tuntutan Pembebasan Lahan Masyarakat Desa Pangkan Tak Bisa Direalisasikan, Hasil Keputusan RDPU di DPRD Bartim

- Jurnalis

Jumat, 21 Juli 2023 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPRD Bartim terkait tuntutan pembebasan lahan warga Desa Pangkan, Bartim. Foto : 1tulah.com/zakirin

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di gedung DPRD Bartim terkait tuntutan pembebasan lahan warga Desa Pangkan, Bartim. Foto : 1tulah.com/zakirin

1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur (Bartim), menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), yang melibatkan warga desa dan pihak perusahan beserta pihak eksekutif dan legislatif, Kamis (20/07/2023).

Sebanyak 29 orang masyarakat Desa Pangkan yang menuntut untuk pembebasan lahan hak milik mereka seluas kurang lebih 15 hektare, kepada perusahaan Ketapang Subur Lestari (KSL) yang bergerak pada perkebunan kelapa sawit, berujung gagal.

Hal tersebut dikarenakan kewenangan pihak perusahan yang tidak bisa melakukan pembebasan lahan tersebut, karena PT. KSL selaku penyewa atau kerjasama dengan kontrak kerja kepada pihak perusahan Panca Gemilang Semesta (PGS) yang bergerak dalam pertambangan.

Ketua DPRD Bartim, Nursulistio usai rapat menjelaskan, setelah diadakan dialog atau diskusi diketahui bahwa PT. KSL adalah pihak yang melakukan kontrak kerjasama penggunaan jalan dari PT. PGS, sehingga lahan itu memang tidak pernah dibebaskan oleh PT. KSL karena hanya menyewa.

“Intinya tadi bahwa kedua belah pihak ini mempunyai dokumen, baik masyarakat maupun utusan atau orang yang diberikan kuasa untuk mengelola aset PT. PGS,” ucap Nursulistio.

Lebih lanjut Nursulistio juga menyarankan harus dilakukan komunikasi lebih lanjut antara PT. PGS dengan masyarakat, karena PT. PGS dulu beroperasi di bidang pertambangan dan sudah cukup lama, sehingga perlu membuka bukti-bukti pembebasan.

Baca Juga :  Didukung Pemkab Barut, Gapoktan Pusaka Bura Sukses Budidayakan Tomat

“Jadi kami minta tadi agar masyarakat menyampaikan bukti kepemilikannya, kemudian menunjukkan bukti pembebasannya dari wilayah mana sehingga itu clear. Jadi tidak perlu sampai terlalu jauh karena ini hanya masalah pembuktian,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika sudah ada bukti salah satu pihak harus menerima dan masalah bukti itu benar atau tidaknya silakan nanti diuji di tempat yang berwenang.

“Kalau memang benar belum dibebaskan oleh perusahaan tentu kewajiban perusahaanlah untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat, tadi menunggu informasi berikutnya kami berharap ini tadi perwakilan yang diberikan mandat dari PT. PGS menerima komunikasi dari warga masyarakat, jika memang PT. PGS menolak untuk komunikasi silakan nanti disampaikan lagi agar kita Mengundang PT. PGS,” tegas Nursulistio.

Sementara itu, Plt Asisten I Sekretaris daerah, Ari Panan P. Lelu, SH Menjelaskan, lahannya 15 hektare milik  dari 29 warga yang memiliki lahan di jalur jalan Tambang punya PT. PGS sekarang sudah tidak aktif lagi, kemudian digunakan PT. KSL yang sudah berjalan selama 2 tahun dari tahun 2022.

Baca Juga :  DPRD Barsel Setujui Raperda Susunan Perangkat Daerah

“Warga mengklaim bahwa jalan itu punya mereka dan tadi sudah kita sampaikan dengan DPRD bahwa warga nanti menyampaikan ke perusahaan PT. PGS karena tidak ada kaitannya dengan PT. KSL tapi dengan PT. PGS. Nanti warga menyampaikan apakah memang betul objeknya,” terang Ari Panan.

Ia juga menyebutkan bahwa warga desa Pangkan ternyata lahannya di desa Gandrung dan objeknya tidak tepat, sehingga perlu harus meluruskan dulu objeknya.

“Jadi bila penyampaian dari warga SKT-nya benar maka sudah wajib PT. PGS menyelesaikannya, jika objeknya salah bisa kita dengan DPRD dijadwal ulang lagi untuk RDPU,” tutur Ari Panan.

Di tempat sama, Pimpinan PT. KSL, Hendra, SH menjelaskan bahwa pihaknya selaku pengguna jalan yang diklaim warga tidak akan pernah bisa membebaskan lahan sesuai permintaan warga karena pihaknya hanya sebatas kontrak di lahan tersebut.

“PT. KSL tidak pernah membebaskan lahan masyarakat dan tidak akan bisa, karna kami hanya sebatas kontrak kerjasama dilahan tersebut kepada PT. PGS,” tegas Hendara.

Ia juga menyarankan agar pihak warga menyampaikan tuntutannya ke pihak PT. PGS dengan dokumen yang dimiliki sesuai tuntutan. (zek)

 

Berita Terkait

Dewan Ajak Masyarakat Barsel Sukseskan Pilkada 2024
Didukung Pemkab Barut, Gapoktan Pusaka Bura Sukses Budidayakan Tomat
Isi Kekosongan Jabatan, Pj Bupati Barsel Lantik 6 Kepala Dinas Baru
Sambut Hari Bhayangkara ke-78, Polres Murung Raya dan Forkopimda Senam Bersama
Diapresiasi Legislator Ini, Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah di Barsel
Pj Bupati Barut Hadiri Apel Siaga Alat dan Mesin Pertanian
Bersihkan Sekitaran Sungai Bengaris dan Sungai Butong, Jajaran Pemkab Barut Keroyokan
Usai Viral, Om Bule Buka Suara Terkait Plesetan IKN: Khalayan dan Parodi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 10:39 WIB

Dewan Ajak Masyarakat Barsel Sukseskan Pilkada 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:44 WIB

Didukung Pemkab Barut, Gapoktan Pusaka Bura Sukses Budidayakan Tomat

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:31 WIB

Isi Kekosongan Jabatan, Pj Bupati Barsel Lantik 6 Kepala Dinas Baru

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:25 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-78, Polres Murung Raya dan Forkopimda Senam Bersama

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:59 WIB

Diapresiasi Legislator Ini, Pemprov Kalteng Gelar Pasar Murah di Barsel

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:52 WIB

Pj Bupati Barut Hadiri Apel Siaga Alat dan Mesin Pertanian

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:40 WIB

Bersihkan Sekitaran Sungai Bengaris dan Sungai Butong, Jajaran Pemkab Barut Keroyokan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 04:48 WIB

Usai Viral, Om Bule Buka Suara Terkait Plesetan IKN: Khalayan dan Parodi

Berita Terbaru

Internasional

Kate Middleton Tampil Perdana di Publik Sejak Umumkan Terkena Kanker

Minggu, 16 Jun 2024 - 16:30 WIB

Tentara Israel menyusuri perbatasan Israel-Suriah dalam upaya mereka melancarkan aksi aneksasi. [AFP]

Internasional

Delapan Tentara Israel Tewas dalam Penyergapan di Gaza

Minggu, 16 Jun 2024 - 16:27 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin sedang melakukan konferensi pers (Twitter.com/President of Rusia)

Internasional

Persyaratan Damai Rusia Dikecam pada Pertemuan KTT Ukraina

Minggu, 16 Jun 2024 - 16:25 WIB

Olahraga

Ana/Tiwi Raih Gelar Juara BWF Super 500 Australian Open 2024

Minggu, 16 Jun 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!