Resep dan Cara Membuat Bubur Asyura, Menu Khas Tahun Baru Islam 10 Muharram 2023

- Jurnalis

Jumat, 21 Juli 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resep Bubur Asyura 10 Muharram 2023 dan Maknanya yang Mendalam. Sumber foto : suara.com

Resep Bubur Asyura 10 Muharram 2023 dan Maknanya yang Mendalam. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Di hari ke-10 bulan Muharram, umat Islam umumnya merayakan Hari Asyura yang ditandai dengan puasa sunah asyura.

Tak hanya puasa Asyura, di beberapa daerah di Indonesia seperti Riau dan Kalimantan ada tradisi penyajian bubur Asyura.

Bubur asyura biasanya akan dimasak bersama, untuk kemudian akan dibagikan ke masjid maupun warga sekitar.

Bubur asyura merupakan bubur beras yang dimasak dengan air santan dan berbagai macam jenis sayuran.

Apakah Sudah tahu resep bubur Asyura?

Bubur Asyura adalah bubur yang dibuat dengan berbagai macam bahan dan ramuan khusus untuk berbuka puasa pada hari itu.

Memangnya, seperti apa sejarah bubur Asyura dan bagaimana resepnya?

Sejarah Bubur Asyura

Bubur Asyura biasanya akan dimasak bersama, kemudian akan dibagi-bagi ke masjid maupun warga sekitar.

Bahan untuk memasaknya juga akan dikumpulkan dari masing-masing orang sebelum akhirnya dimasak secara bersama.

Tradisi memasak bubur Asyura ini sudah membudaya karena mengandung makna filosofi yang kuat bagi umat muslim.

Di hari ke-10 Muharram, umat Islam memang dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah, yakni puasa Asyura.

Namun, Hari Asyura ternyata juga diperingati dengan cara lain, yang paling terkenal adalah dengan membuat bubur Asyura.

Bubur Asyura ini ternyata tidak hanya menjadi tradisi semata dalam menyambut Tahun Baru Islam, namun juga sarat akan makna.

Tradisi memasak bubur Asyura adalah salah satu bentuk pengungkapan rasa syukur manusia atas keselamatan yang selama ini diberikan oleh Allah SWT.

Menurut sejarah atau asal usulnya, bubur Asyura sudah ada sejak masa Nabi Nuh AS saat bersama kaumnya yang beriman selamat dari banjir besar dengan menaiki perahu.

Dilansir dari berbagai sumber, dihikayatkan, bahwa tatkala perahu Nabi Nuh AS sudah berlabuh pada hari Asyura, beliau berkata kepada kaumnya:

“kumpulkanlah semua perbekalan yang ada pada diri kalian!”. Lalu beliau menghampiri (mereka) dan berkata: “(ambillah) kacang fuul (semacam kedelai) ini sekepal, dan adas (biji-bijian) ini sekepal, dan ini dengan beras, dan ini dengan gandum dan ini dengan jelai (sejenis tumbuhan yang bijinya/buahnya keras dibuat tasbih)”.

Setelah itu, Nabi Nuh AS berkata: “pasaklah semua itu oleh kalian, niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat”.

Nah, dari peristiwa ini maka kaum muslimin (terbiasa) memasak biji-bijian dan kejadian di atas adalah praktik memasak yang pertama kali terjadi di atas muka bumi setelah kejadian topan.

Peristiwa itu kemudian dijadikan inspirasi sebagai kebiasan setiap hari Asyura.

Dan sejak itu, tradisi memasak bubur Asyura dilakukan oleh kaum Muslim di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Resep Bubur Asyura

Bahan-bahan yang disiapkan adalah sebagai berikut:

  • 400 cc santan cair
  • 200 cc santan kental
  • 100 gr beras, cuci bersih
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sendok teh garam

Bahan pelengkap:

  • Abon daging sapi
  • Bawang goreng
  • Biji delima atau jeruk bali
  • Cabai yang dipotong halus dan digoreng
  • Telur dadar potong tipis
  • Daun kemangi
  • Kacang kedelai koreng
  • Opor ayam
  • Serundeng
  • Sambal goreng kering tempe

Tentu bahan pelengkap ini sifatnya opsional, dan bisa ditambahkan sesuai selera.

Cara membuat:

Rebus santan cair, masukkan beras, garam, dan daun salam, masak hingga beras lunak

Masukkan santan kental dan masak terus sampai menjadi bubur

Sajikan bubur selagi hangat dengan bahan pelengkap yang sudah disiapkan

Itulah resep bubur Asyura yang dihidangkan pada tanggal 10 Muharram lengkap dengan sejarah dan maknanya bagi umat Islam.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Mengubah Rumput Purun Kalimantan Selatan Jadi Produk Modern: Kisah Alexandra Christy dan Gaia Weave Jaga Gambut

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Berita Terbaru