Geger Penemuan Potongan Tubuh di Sleman Diduga Korban Mutilasi, Dua Pelaku Diringkus

- Jurnalis

Minggu, 16 Juli 2023 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lajutan Pencarian Potongan Tubuh Diduga Mutilasi Sleman, Tim SAR Sisir Tiga Lokasi Jembatan. [suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Lajutan Pencarian Potongan Tubuh Diduga Mutilasi Sleman, Tim SAR Sisir Tiga Lokasi Jembatan. [suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

1tulah.com – Sejumlah potongan tubuh manusia diduga korban mutilasi ditemukan di area Sungai Bedog, Bangunkerto, Turi, Sleman, DIY pada Rabu (12/7/2023) malam.

Terbaru, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap 2 orang terduga pelaku aksi mutilasi yang potongan jasad korbannya ditemukan di Sleman.

Namun demikian, kepolisian belum bisa merinci waktu dan lokasi penangkapan terduga pelaku karena masih dilakukan pemeriksaan.

Berikut fakta-fakta kasus mutilasi di Sleman :

1. Dua Orang Ditangkap

Saat ini polisi sudah berhasil menangkap pelaku yang diduga melakukan mutilasi dan membuang potongan mayat di Sleman. Terduga pelaku yang ditangkap terdiri dari 2 orang.

“Yang diamankan 2 orang. W dan RD,” ujar Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi kepada wartawan pada Minggu (16/7/2023).

Namun kepolisian belum bersedia mengungkapkan informasi lebih lanjut termasuk peran kedua orang itu. Kekinian polisi tengah melakukan pemeriksaan secara intensif. Mereka juga menjanjikan akan memberi penjelasan lebih lengkap setelah pemeriksaan.

2. Awal Mula Penemuan Bagian Tubuh

Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi menyebut potongan tubuh itu awalnya ditemukan oleh salah satu warga yang hendak memancing di bawah jembatan penghubung Dusun Bangunkerto dan Wonokerto. Temuan itu lantas dilaporkan ke kepolisian setempat.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

3. Korban Diduga Laki-Laki

Sementara itu polisi menduga bahwa korban mutilasi di Sleman adalah seorang laki-laki. Walau begitu menurut Endriadi, potongan tubuh yang ditemukan saat ini masih diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda DIY.

Identifikasi salah satunya bertujuan untuk mengungkap identitas korban. “Yang mencari identitasnya kan dari identifikasi sama forensik. Kita tunggu dari forensik,” jelasnya.

4. Bagian Tubuh Terpencar

Sebelumnya beredar kabar penemuan potongan tubuh di Kapanewon Turi, Sleman pada Rabu (12/7/2023) malam yang diduga korban mutilasi. Polisi juga menemukan beberapa potongan tubuh manusia di daerah lain yang diduga saling terkait.

Potongan tubuh manusia itu ditemukan di Kalurahan Merdikorejo, Tempel, Sleman. Beberapa bagian tubuh yang ditemukan antara lain kepala, kaki serta tangan korban. Temuan itu membuat polisi menemukan titik terang apalagi beberapa barang bukti diduga milik pelaku juga ditemukan seperti tali, pisau dan sandal.

Baca Juga :  Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi menemukan beberapa bagian tangan, kaki, serta kepala dari sosok yang diduga korban di wilayah Kecamatan Turi serta Tempel, Sleman.

5. Kesulitan Ungkap Identitas Korban

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Sleman Kompol Deni Irwansyah mengungkap bahwa bagian tubuh pertama yang ditemukan adalah dua kaki dan tangan kiri yang mengepal. Namun kondisi tangan korban yang mengepal dan terendam air itu membuat beberapa bagiannya jadi rusak sehingga menyulitkan pemeriksaan sidik jari.

“Untuk proses membuka tangan ini juga harus hati-hati, jangan sampai nanti malah tambah rusak. Itu yang jadi kendala kami,” ungkap Deni pada Jumat (14/7/2023).

Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan ciri-ciri khusus seperti tato atau tahi lalat pada potongan tubuh. “Hasil pantauan kami, korban ini kulitnya putih atau kuning langsat. Itu saja yang bisa disampaikan,” kata Deni. (suara.com).

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru