TerbuktI Korupsi, KPK Resmi Tahan Kepala Bea dan Cukai Andhi Pramono, Segini Hasil Korupsinya

- Jurnalis

Jumat, 7 Juli 2023 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka Mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Makasar, Andhi Pramono mengenakan rompi tahanan saat dibawa kembali ke dalam tahanan usai konferensi pers pengumuman penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Tersangka Mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Makasar, Andhi Pramono mengenakan rompi tahanan saat dibawa kembali ke dalam tahanan usai konferensi pers pengumuman penahanan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

1tulah.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Korupsi mantan Kepala Bea dan Cukai Andhi Pramono mencapai puluhan Miliar rupiah.

Andhi Pramono resmi ditahan KPK terhitung sejak tanggal 7 sampai 26 Juli 2023 di Rumah Tahanan Gedung Merah Putih KPK Jakarta

Andhi Pramono menggunakan uang hasil tindak pidana korupsi berupa gratifikasi untuk membeli berlian hingga rumah mewah di Jakarta Selatan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut nilai gratifikasi Andhi menacapai Rp 28 miliar. Uang tersebut, kemudian digunakan untuk keperluan pribadi dan keluarganya.

“Diduga AP (Andhi) membelanjakan, mentransfer uang yang diduga hasil korupsi dimaksud untuk keperluan AP dan keluarganya, di antaranya dalam kurun waktu 2021 dan 2022 melakukan pembelian berlian senilai Rp 652 juta, pembelian polis Asuransi senilai Rp 1 Miliar dan pembelian rumah di wilayah Pejaten, Jaksel senilai Rp 20 Miliar,” kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Dalam perkara ini, Andhi diduga menyalahgunakan jabatannya dalam rentang waktu 2011 sampai dengan 2022.

“AP dalam jabatannya selaku PPNS sekaligus pejabat eselon III di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diduga memanfaatkan posisi dan jabatannya tersebut untuk bertindak sebagai broker (perantara) dan juga memberikan rekomendasi bagi para pengusaha yang bergerak di bidang ekspor impor sehingga nantinya dapat dipermudah dalam melakukan aktifitas bisnisnya,” kata Alex.

Baca Juga :  Grace Natalie PSI Ditunjuk Joko Widodo Jadi Stafsus Presiden

Berperan sebagai broker, Andhi diduga menjadi penghubung antar importir untuk mencarikan barang logistik yang dikirim dari Singapura dan Malaysia menuju ke Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja.

“Dari rekomendasi dan tindakan broker yang dilakukannya, AP diduga menerima imbalan sejumlah uang dalam bentuk fee,” jelas Alex.

KPK juga menemukan setiap rekomendasinya diduga menyalahi aturan kepabeanan, termasuk para pengusaha yang mendapatkan izin ekspor-impor tidak berkompeten.

Dari sejumlah fee yang diterimanya, Andhi diduga menggunakan nominee atau atas nama orang lain.

“Siasat yang dilakukan AP (Andhi) untuk menerima fee di antaranya melalui transfer uang ke beberapa rekening bank dari pihak-pihak kepercayaannya yang merupakan pengusaha ekspor impor dan pengurusan jasa kepabeanan dengan bertindak sebagai nominee,” kata Alex.

Baca Juga :  Gelar Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2024, Disnakertrans Barsel Siapkan Tenaga Kerja Terampil

“Tindakan AP dimaksud diduga sebagai upaya menyembunyikan sekaligus menyamarkan identitas AP sebagai pengguna uang yang sebenarnya untuk membelanjakan, menempatkan maupun dengan menukarkan dengan mata uang lain,” sambungnya.

Pada proses penyelidikan, KPK juga menemukan adanya transaksi keuangan menggunakan rekening bank milik Andhi dan ibu mertuanya.

“Dugaan penerimaan gratifikasi oleh AP sejauh ini sejumlah sekitar Rp 28 Miliar dan masih terus dilakukan penelusuran lebih lanjut,” kata Alex.

Atas perbuatannya Andhi dijerat dengan Pasal 12B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu ia juga dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Guna proses penyidikan Andhi ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 7 sampai 26 Juli 2023 di Rumah Tahanan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (suara.com)

Berita Terkait

Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas
Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut
Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel
Lepas Keberangkatan 150 JCH Barsel ke Tanah Suci Mekah, Pj Bupati Minta Doakan Ini
Gelar Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2024, Disnakertrans Barsel Siapkan Tenaga Kerja Terampil
Berpartisipasi Lomba Perahu Hias di Gelaran FBIM Tahun 2024, Pemkab Barut Tampilkan Tradisi Potong Hompong
Pemkab Murung Raya Tampilkan Mitologi Karnaval Budaya FBIM 2024
Sebelum Prabowo Dilantik, Pimpinan DPR Targetkan Revisi UU Kementerian Rampung
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:59 WIB

Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:35 WIB

Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:30 WIB

Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel

Senin, 20 Mei 2024 - 21:56 WIB

Lepas Keberangkatan 150 JCH Barsel ke Tanah Suci Mekah, Pj Bupati Minta Doakan Ini

Senin, 20 Mei 2024 - 21:49 WIB

Gelar Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2024, Disnakertrans Barsel Siapkan Tenaga Kerja Terampil

Senin, 20 Mei 2024 - 21:41 WIB

Berpartisipasi Lomba Perahu Hias di Gelaran FBIM Tahun 2024, Pemkab Barut Tampilkan Tradisi Potong Hompong

Senin, 20 Mei 2024 - 16:34 WIB

Pemkab Murung Raya Tampilkan Mitologi Karnaval Budaya FBIM 2024

Senin, 20 Mei 2024 - 16:18 WIB

Sebelum Prabowo Dilantik, Pimpinan DPR Targetkan Revisi UU Kementerian Rampung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!