Erdogan Kembali Jadi Presiden Turki 3 Periode Usai Memenangkan Pilpres Putaran Kedua

- Penulis Berita

Senin, 29 Mei 2023 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Recep Tayyip Erdogan kembali memenangkan Pemilu Turki. Sumber foto : suara.com

Recep Tayyip Erdogan kembali memenangkan Pemilu Turki. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Recep Tayyip Erdogan kembali terpilih sebagai presiden Turki pada putaran kedua pemilu presiden, demikian pimpinan Dewan Pemilu Turki (YSK) pada Minggu waktu setempat, 28 Mei 2023.

Ketua YSK, Ahmet Yener, mengatakan Erdogan unggul atas pesaingnya Kemal Kilicdaroglu pada pemilu presiden Turki putaran kedua.

Berdasarkan hasil suara yang belum disahkan, petahana Turki ini memperoleh 52,14 persen suara, sementara Kilicdaroglu mendapatkan 47,86 persen suara, kata Yener kepada pers di Ankara.

Yener menambahkan sejauh ini sudah 99,43 suara dibuka.

Dalam pidatonya di Istanbul pada Minggu sore, Erdogan mengatakan 85 juta warga Turki adalah pemenang Dalam pidatonya di Istanbul pada Minggu sore, Erdogan mengatakan 85 juta warga Turki adalah pemenang

Pemilu putaran kedua yang membuatnya berhasil menang kembali ini turut menuai kontroversi.

Sosok Erdogan pun tak terlepas dari pembicaraan masyarakat Turki hingga media luar.

Lalu, bagaimana sebenarnya sosok Erdogan ini? Simak inilah selengkapnya.

Erdogan sudah memulai karier politiknya sejak tahun 1976.

Baca Juga :  Legenda Finansial Global Jacob Rothschild Tutup Usia

Saat itu, Erdogan menjabat sebagai aktivis sekaligus kepala cabang pemuda Beyoglu dari Partai Keselamatan Nasional.

Dari situlah, ia belajar banyak soal politik.

Hampir 18 tahun terjun sebagai aktivis, sosok Erdogan pun mulai dikenal publik saat dirinya terpilih sebagai Wali Kota Istanbul pada tahun 1994.

Erdogan mulai menangani berbagai permasalahan perkotaan besar, seperti polusi udara dan kurangnya air bersih di berbagai daerah di Istanbul.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Istanbul, Erdogan juga pernah tersandung skandal puisi kontroversial yang menyebabkan dirinya harus menerima hukuman penjara selama 4 bulan.

Walaupun dipenjara, namun ide-ide Erdogan seputar kemajuan bangsanya tak hilang begitu saja.

Setelah berhasil keluar penjara pada tahun 1999, Erdogan membentuk Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) pada 2001, dengan misi menyuarakan hak-hak perempuan dan minoritas.

Tak disangka, partai bentukan Erdogan ini ternyata mendapat simpati publik.

Hal ini terbukti saat partai AK berhasil memenangkan pemilu tahun 2022.

Baca Juga :  Bela Palestina, Tentara AS Bakar Dirinya Hingga Tewas di Depan Kedubes Israel di Washington

Namun di sisi lain, Erdogan masih dilarang untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Turki karena masalah yang ia hadapi sebelumnya.

Tak sampai 1 tahun setelah partainya menang, Erdogan pun diangkat Perdana Menteri pada tahun 2003 hingga 2014.

Selama masa jabatannya, Erdogan mencuri perhatian pemerintah dari negara-negara lain karena dirinya begitu gencar menyuarakan isu isu internasional, serta giat bekerjasama dengan negara lain dalam menyelesaikan masalah global.

Tak dapat dipungkiri Turki juga sempat mencapai masa kejayaannya selama pemerintahan Erdogan, termasuk pengembangan militer dan pembatasan sentuhan negara-negara oposisi terhadap Turki.

Meskipun pernah terjadi kudeta terhadap pemerintahannya, namun Erdogan berhasil mengembalikan keadaan walaupun krisis ekonomi masih menghantui Turki hingga saat ini.

Sebagai orang yang paling lama memegang jabatan pemimpin sepanjang sejarah Turki, Erdogan yang terkenal dengan pemerintahan otoriter ini juga kerap mendapat pertentangan dari banyak pihak.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pencaiaran Lapisan Es di Laut Antartika Semakin Parah, Ini yang Terjadi bagi Makhluk Hidup di Bumi Jika Terus Dibiarkan
Legenda Finansial Global Jacob Rothschild Tutup Usia
Bela Palestina, Tentara AS Bakar Dirinya Hingga Tewas di Depan Kedubes Israel di Washington
Jelang Pemilu Nasional, 2 Bom Meledak di Pakistan
Mantan Presiden Chile Sebastian Pinera Meninggal Dunia
Raja Charles III Umumkan Derita Penyakit Kanker
Lagi, Pemerintah Prancis Larangan Penggunaan Pakaian Muslim di Sekolah, Kali Ini Baju Kurung
China Menambah Bebas Visa Untuk 2 Negara, Apakah Indonesia Masuk?

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 07:36 WIB

Penjualan Anjlok, Nike akan PHK 1.600 Karyawan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:16 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2023 Melambat,Terpengaruh Ekonomi Global

Kamis, 25 Januari 2024 - 18:25 WIB

RAT Pembukuan III KLUB Bartim, Laporkan Telah Bayar Pajak hingga Rp60 M

Senin, 22 Januari 2024 - 21:42 WIB

Mau Kejar Cuan, Startup Unicorn Xendit Umumkan PHK Karyawan

Rabu, 17 Januari 2024 - 09:39 WIB

Komisi VI DPR RI Sebut Izin TikTok Shop Akan Dicabut Kembali Jika Masih Melanggar Permendag Nomor 31

Senin, 15 Januari 2024 - 08:10 WIB

Dapat Insentif dari Pemerintah, Segini Harga Terbaru Wuling Binguo EV

Selasa, 9 Januari 2024 - 08:55 WIB

Sempat Jualan Beras Bersama Sang Ayah, Kini Penghasilan Haji Isam Dari Satu Perusahaan Bisa Tembus Rp. 40 Miliar Per Bulan

Senin, 8 Januari 2024 - 08:00 WIB

IOTF Melalui Fox Logger Perluas Layanan di IKN Resmi Dimulai Januari 2024

Berita Terbaru

Entertainment

Ed Sheeran Masuk Indonesia Gunakan Visa Jenis Baru

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:39 WIB

Potret Wulan Guritno bersandar di dada Sabda Ahessa saat nonton konser Ne-Yo (sumber: suara.com)

Entertainment

Tanggapan Sabda Ahessa Usai Digugat Rp396 Juta oleh Wulan Guritno

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:36 WIB

Ilustrasi: Stasiun Pengisian BBM di AS.foto pixabay

Nasional

10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:34 WIB