30 Jam Terapung di Laut Australia, 11 Nelayan asal Indonesia Berhasil Diselamatkan, Sembilan Lainnya Diduga Tewas

- Jurnalis

Kamis, 20 April 2023 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para nelayan dari Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 kilometer sebelah barat Broome, Australia, Senin, 17 April 2023. (Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP)

Para nelayan dari Indonesia berdiri di sebuah pantai di Pulau Bedwell, 313 kilometer sebelah barat Broome, Australia, Senin, 17 April 2023. (Otoritas Keselamatan Maritim Australia via AP)

1TULAH.COM-Perairan Samudra Hindai sedang ganas-ganasnya. Topan Ilsa dilaporkan menghantam hingga kawasan laut Australia.

Hingga mengakibatkan kapal nelayan berkonstruksi kayu yang memuat nelayan asal Indonesia terbalik. Setidaknya diduga Sembilan nelayan tewas, dan 11 orang lainnya berhasil diselematkan, setelah sempat terapung di lauatan lepas sekiara 30 jam.

Sembilan nelayan Indonesia dikhawatirkan tenggelam, dan 11 lainnya diselamatkan setelah menghabiskan enam hari, tanpa makanan atau air di sebuah pulau tandus, di lepas pantai barat laut Australia, setelah topan tropis yang kuat, kata pihak berwenang, Rabu (19/4/2023).

Dua kapal nelayan kayu primitif Indonesia terjebak di jalur Topan Ilsa, yang mendarat pada hari Jumat pekan lalu. Ilsa merupakan badai terkuat di Australia, dalam delapan tahun terakhir, dengan angin berkecepatan hingga 289 kilometer per jam.

Salah satu kapal, Putri Jaya, tenggelam akibat “kondisi cuaca ekstrem” pada 11 atau 12 April saat Ilsa mengumpulkan kekuatan di atas Samudra Hindia dan menuju pantai, kata Otoritas Keselamatan Maritim Australia dalam sebuah pernyataan, mengutip para penyintas.

Kapal lainnya, Express 1, kandas dengan 10 orang di dalamnya pada dini hari tanggal 12 April di Pulau Bedwell, sekitar 300 kilometer dari kota wisata pesisir Broome, kata pihak berwenang.

Baca Juga :  SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Satu-satunya korban yang diketahui dari Putri Jaya menghabiskan 30 jam di air sebelum terdampar di pulau yang sama, kata pernyataan itu.

“Mereka semua bertahan (di Pulau Bedwell) selama enam hari tanpa makanan dan air sebelum diselamatkan pada Senin malam,” kata pihak berwenang.

Penyintas dari Putri Jaya mengikatkan tubuhnya ke kaleng bahan bakar untuk tetap mengapung di laut, sebelum berenang ke pulau itu, kata Putu Sudayana, kepala badan pencarian dan penyelamatan Indonesia di Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur di mana para nelayan itu diketahui berasal.

Para penyintas ditemukan Senin oleh Pasukan Perbatasan Australia, yang sedang berpatroli dengan pesawat untuk memantau penyelundupan dan aktivitas ilegal lainnya.

Sebuah helikopter penyelamat yang berbasis Broome dikerahkan dan mengangkut 11 penyintas.

Gordon Watt, manajer PHI Aviation, perusahaan pemilik helikopter penyelamat, mengatakan pesawatnya tidak dapat mendarat di pulau pasir itu. Mereka melakukan upaya penyelamatan yang sulit dan terpaksa menggunakan kacamata penglihatan malam.

Baca Juga :  SKK Migas-KKKS Kalsul Bangun Kemitraan dengan Media melalui Media Gathering 2026

Para penyintas dibawa ke Rumah Sakit Broome di mana Pasukan Perbatasan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para penyintas dilaporkan “dalam keadaan sehat meskipun mengalami cobaan berat.”

“Insiden ini menyoroti bahaya melakukan perjalanan dengan perahu kecil yang tidak sesuai untuk laut yang berombak dan cuaca buruk, yang biasa terjadi di perairan utara Australia,” kata pernyataan itu.

Para penyintas telah diterbangkan dari Broome ke Darwin, dari mana mereka akan diterbangkan pulang ke Indonesia, kata pernyataan itu.

Konsulat Indonesia di Darwin meminta untuk bertemu dengan para nelayan dan memberi mereka bantuan, kata Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan.

Konsulat akan memfasilitasi repatriasi mereka, kata pernyataan itu, dan berterima kasih kepada badan-badan Australia atas bantuan mereka.

Otoritas Keselamatan Maritim Australia, yang menangani pencarian dan penyelamatan di perairan Australia, tidak segera menanggapi ketika ditanya pada hari Rabu apakah ada pencarian calon korban selamat lainnya. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
SKK Migas-KKKS Kalsul Bangun Kemitraan dengan Media melalui Media Gathering 2026
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Selasa, 3 November 2026 - 05:33 WIB

Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur

Senin, 2 November 2026 - 19:47 WIB

SKK Migas-KKKS Kalsul Bangun Kemitraan dengan Media melalui Media Gathering 2026

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Berita Terbaru