Kronologi Penyekapan Band Radja di Malaysia, Ian Kasela : Kami Disuruh Duduk di Lantai dan Dilempar Botol Minuman

- Jurnalis

Rabu, 15 Maret 2023 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grup Band Radja Diancam Dibunuh Usai Manggung di Malaysia (Instagram/@radjabandofficial)

Grup Band Radja Diancam Dibunuh Usai Manggung di Malaysia (Instagram/@radjabandofficial)

1tulah.com- Grup band Radja baru saja menggelar konser mereka dengan all out dan maksimal untuk menghibur masyarakat Johor dan sekitarnya pada Sabtu (11/3/2023) pukul 21.00 waktu setempat.

Nahas, Grup band Radja mengalami penyekapan hingga ancaman pembunuhan usai menggelar konser di Larkin Arena Indoor Stadium di Johor Bahru, Malaysia pada Sabtu (11/3/2023).

Kepolisian Johor telah menangkap dua pelaku pengancaman tersebut namun dibebaskan kembali karena memberikan uang jaminan.

Melalui akun Instagram-nya, vokalis Radja, Ian Kasela membeberkan kronologi penyekapan yang dialami grup band tersebut.

“Pada tanggal 9 Maret kami berangkat ke Kuala Lumpur untuk melakukan konser di negeri Johor dalam event Tourism Majestic Johor,” tulis Ian Kasela, dikutip Selebtek.suara.com, Selasa (14/3/2023).

Setibanya di bandara KLIA, Kuala Lumpur, grup band Radja dijemput oleh Farid dan dibawa ke Johor Bahru. Namun sampai disana kamar mereka belum tersedia.

Hotel yang diminta band Radja pun diganti dengan apartemen, tapi Ian Kasela mengaku tak keberatan dengan hal itu.

“Tiba di bandara KLIA kami dijemput oleh orang yang mengontrak kami (yang bernama Farid) yang kemudian membawa kami ketempat makan, lalu setelah itu kami lanjutkan perjalanan ke Johor dalam waktu lebih kurang 6 jam karena macet,” ungkap Ian Kasela.

Baca Juga :  Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

“Kami tiba di Pinetree Johor jam 1 malam dan kamar pun belum ready. Dalam riders kami ada tertera hotel tapi dikasih apartemen, itupun kami terima,” lanjutnya.

Menurut Ian Kasela awalnya semua berjalan lancar dan penonton terlihat puas dengan penampilan mereka.

Namun setelah pertunjukan selesai, Radja dibawa ke ruang tunggu di belakang panggung atas permintaan Farid untuk meet and greet serta jumpa dengan petinggi dari Johor, seperti kementrian dan kedutaan.

Sembari menunggu, band Radja menerima permintaan foto bersama dari beberapa penggemar.

Tak lama kemudian terjadilah peristiwa mengerikan itu. Personel Radja didatangi banyak pria berbadan besar berpakaian hitam yang tiba-tiba menyekap mereka.

“Tak lama kemudian tiba-tiba secara serempak orang-orang berbadan besar-besar dan berpakaian hitam-hitam seperti bodyguard berjumlah lebih kurang 15 org masuk keruangan kami bersama 2 orang dari pihak Tourism Majestic Johor selaku penyelenggara,” beber Ian Kasela.

“Dan langsung mengunci pintu (menyekap) lalu spontan menendang meja kemudian dengan nada tinggi marah-marah sambil menunjuk-nunjuk muka kami dan mengeluarkan kata-kata kasar sambil membentak serta mengancam akan membunuh kami jika kembali lagi ke Malaysia,” sambungnya.

Baca Juga :  Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS

Ian Kasela menyebut orang-orang itu tidak memberikan kesempatan kepada Radja untuk berbicara, baik bertanya tentang masalah maupun pembelaan diri. Ia dan rekan grupnya justru dibentak, bahkan dilempar botol minuman yang hampir mengenai sang drummer.

“Kami pun kemudian mendapat perlakuan fisik seperti dorongan keras kepada saya sampai saya terpojok ke dinding dan tidak bisa apa-apa. Begitu juga terhadap personil Radja lainnya dibentak dan disuruh diam serta duduk di lantai bahkan dilempar botol minuman yang hampir mengenai wajah drummer Radja,” kata ian Kasela.

“Tanpa alasan yang jelas dan pasti, dua orang tersebut terus saja memaki kami dengan nada intonasi yang sangat tinggi. Kejadian tersebut berlangsung lebih kurang setengah jam, dan setelah itu mereka semua keluar sambil memaki anak-anak kami dengan kata-kasar kasar yang berada di luar ruangan,” tukasnya.

Atas kejadian itu, band Radja mengaku trauma tampil kembali di Malaysia. Mereka pun membuat laporan polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (13/3/2023).(*)

(suara.com)

Berita Terkait

Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG
Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026
Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan
Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C
Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa
Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS
Pemkab Murung Raya Dukung Semangat Pembangunan di Hari Jadi Barito Utara
Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:28 WIB

Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:26 WIB

Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:26 WIB

Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:13 WIB

Pemkab Murung Raya Dukung Semangat Pembangunan di Hari Jadi Barito Utara

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:08 WIB

Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan

Berita Terbaru