Sosok Rafael Alun yang Miliki Harta Jumbo Bikin Melonggo, Miliki 6 Perusahaan

- Penulis Berita

Minggu, 12 Maret 2023 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo [Suara.com/Alfian Winanto]

Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo [Suara.com/Alfian Winanto]

1tulah.com– Sosok mantan pejabat Ditjen Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo sedang viral saat ini dan benar-benar bikin gempar satu Indonesia.

Meski, jabatan terakhirnya hanya setingkat eselon III namun hartanya benar-benar bikin melongo, tembus Rp 56 miliar!

Publik semakin geram melihat gaya hedon dari keluarganya. Belum lagi ulah salah satu putra Rafael Alun yakni Mario Dandy yang terjerat kasus penganiayaan berat. Ia dan ibunya terendus kerap flexing alias pamer dari kendaraan hingga aksesoris mahal.

Berkaca dari itu semuanya pun terbongkar, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan puluhan rekening Rafael Alun Trisambodo dan keluarganya dengan nilai transaksi lebih dari Rp 500 miliar pada periode 2019 hingga 2023. Rafael Alun benar-benar pantas disebut manusia setengah triliun!

“Nilai transaksi yang kami bekukan nilainya D/K (Debit/Kredit) lebih dari Rp 500 miliar dan kemungkinan akan bertambah,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat dikonfirmasi Selasa pekan ini.

Ivan menjelaskan rekening yang dibekukan terdiri atas rekening pribadi Rafael, keluarga termasuk putranya Mario Dandy Satrio dan perusahaan atau badan hukum.

Ia menilai angka Rp 500 miliar itu merupakan nilai mutasi rekening selama tiga tahun terakhir, bukan nilai dananya.

“Lebih dari 40 rekening yang diblokir,” bebernya.

Pemblokiran itu, kata dia, diduga berkaitan dengan indikasi pencucian uang yang dilakukan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tersebut.

Naik Ke Tahap Penyelidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan status hukum soal harta jumbo Rafael Alun ke tahap penyelidikan.

“Terkait pemeriksaan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) RAT, saat ini telah ditingkatkan pada tahap penyelidikan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Selasa pekan ini.

Hanya saja, Ali tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai temuan apa yang menjadi dasar peningkatan status kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Menkeu Periksa 6 Perusahaan Rafael Alun

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan arus transaksi dari enam perusahaan yang sahamnya dimiliki mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo sudah diperiksa Inspektorat Jenderal Kemenkeu dan hasilnya akan disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga :  Mengintip Rekam Jejak Prabowo Subianto di Dunia Militer

“Semuanya sudah diperiksa. Nanti Irjen (Irjen Kemenkeu) yang sampaikan,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani dalam kesempatan itu menjawab mengenai permintaan KPK agar Kemenkeu menelusuri arus transaksi dari enam perusahaan terkait Rafael Alun.

Transaksi Janggal Rp 300 Triliun

Buntut Kasus Rafael Alun ini juga seakan membuka kedok kelakuan sejumlah pegawai Kemenkeu, khususnya di Ditjen Pajak hingga Bea Cukai. Sejumlah pejabat yang dinilai memiliki kekayaan janggal satu per satu diperiksa KPK.

Menkopolhukam Mahfud MD bahkan mengungkap adanya transaksi janggal Rp 300 triliun melibatkan sejumlah pegawai Kemenkeu, di mana mayoritas adalah pegawai pajak.

“Itu tahun 2009 sampai 2023. Ada 160 laporan lebih sejak itu, tidak ada kemajuan informasi, sesudah diakumulasikan semua melibatkan 460 orang lebih di kementerian itu sehingga akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp300 triliun,” kata Mahfud di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang, Sleman, Rabu pekan ini.

Mahfud menuturkan laporan sejak 2009 terkait transaksi janggal itu tidak segera mendapat respons hingga akhirnya menumpuk.

Laiknya kasus mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, menurut Mahfud, kadang kala respons baru diberikan dan dibuka ke publik sesudah mencuat kasus di permukaan.

“Kadang kala respons itu muncul sesudah menjadi kasus kayak yang Rafael. Rafael itu menjadi kasus lalu dibuka, lho ini sudah dilaporkan tapi kok didiemin gitu, baru sekarang bisa dibuka,” katanya.

Rafael Punya Deposit Box Rp 37 Miliar

Terkini, adalah Rafael Alun terungkap memiliki deposit box berisi Rp 37 miliar dalam bentuk dolar AS dan tersimpan di salah satu bank BUMN. Belakangan, deposit box itu telah diblokir PPATK.

Seolah ingin ‘menyelamatkan’ uangnya, Rafael Alun sempat bolak-balik ke bank tempat ia menyimpan deposit box miliknya sebelum diblokir PPATK. Hal itu diungkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2025 Kecamatan Montallat; Pj Bupati Resmikan Fasilitas Pemerintahan Desa Paring Lahung.

“Beberapa hari sudah bolak-balik tuh dia ke berbagai deposit box itu. Terus pada suatu pagi, dia datang tuh ke bank membuka itu, langsung diblokir oleh PPATK,” kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/3/2023) kemarin.

Setelah memblokir, lanjut Mahfud, PPATK langsung mencari dasar hukum untuk membuka deposit box tersebut. Setelah berkonsultasi dengan KPK, barulah PPATK membuka deposit box milik Rafael yang kemudian dilanjutkan dengan penggalian informasi untuk menemukan deposit box lainnya.

“Di bongkar, satu safe deposit box itu sebesar Rp 37 miliar dalam bentuk dolar AS,” ucapnya.

Kasus pejabat pajak tersebut, disebut Mahfud sebagai kasus pencucian uang berdasarkan ilmu intelijen keuangan, bukan bukti hukum.

Mahfud menegaskan, temuan tindak pidana pencucian uang oleh Rafael Alun tersebut bermula dari kasus penganiayaan oleh anaknya yang kemudian ditemukan kejanggalan atas harta Rafael yang dinilai tidak wajar.

Setelah Mahfud bersurat ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Firli Bahuri, ternyata telah ada laporan kepada KPK mengenai kecurigaan terhadap harta Rafael pada tahun 2013, namun belum ditindaklanjuti.

“Saya sampaikan ke Pak Firli, Pak Firli kok ini ada belum ditindaklanjuti? Pak Firli bilang wah saya belum tahu bos. Sesudah itu saya kirim surat ini buktinya bahwa sudah masuk surat ke KPK,“ cerita Mahfud.

“Maka terus dipanggil kan, karena surat saya itu dan teriakan publik. Rp 56 miliar kekayaan tidak wajar. Tahu engga, sesudah diperiksa ulang semua transaksinya itu ada Rp 500 miliar yang terkait dengan dia,” ungkapnya.

Ia pun menilai wajar jika Menteri Keuangan tidak mengetahui adanya tindak pidana pencucian uang di lingkungannya karena berbeda dengan korupsi yang mekanismenya telah berjalan dengan baik di Kementerian Keuangan.

“Bukti pencucian uang seperti itu. Menteri bisa tidak tahu bahwa ada uang seperti itu dan memang di luar kuasa Menteri,” ucapnya.

(sumber : Suara.com)

Berita Terkait

Pencaiaran Lapisan Es di Laut Antartika Semakin Parah, Ini yang Terjadi bagi Makhluk Hidup di Bumi Jika Terus Dibiarkan
Peluang 6 Caleg DPR RI Dapil Kalteng Melaju ke Senayan; Tiga Petahana dan Tiga Wajah Baru, Siapakah Mereka?
Tumbangkan Petahana, Ini Daftar Caleg Baru yang Lolos ke DPRD Murung Raya
Daftar 7 Caleg Wajah Baru yang Lolos ke DPRD Murung Raya 2024 -2029
Daftar Caleg yang Melenggang ke DPRD di Dapil 3 Murung Raya
German Open 2024 : Rehan)Lisa ke Semifinal
Dibuka Secara Resmi oleh Pj Bupati Barut, Ini Agenda Festival Keuangan Barito (FKB) 2024
Rencanakan Program Penambangan di Wilayah Barito Utara, Ini Janji Komitmen PT EBS

Berita Terkait

Senin, 19 Februari 2024 - 07:36 WIB

Penjualan Anjlok, Nike akan PHK 1.600 Karyawan

Rabu, 7 Februari 2024 - 19:16 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2023 Melambat,Terpengaruh Ekonomi Global

Kamis, 25 Januari 2024 - 18:25 WIB

RAT Pembukuan III KLUB Bartim, Laporkan Telah Bayar Pajak hingga Rp60 M

Senin, 22 Januari 2024 - 21:42 WIB

Mau Kejar Cuan, Startup Unicorn Xendit Umumkan PHK Karyawan

Rabu, 17 Januari 2024 - 09:39 WIB

Komisi VI DPR RI Sebut Izin TikTok Shop Akan Dicabut Kembali Jika Masih Melanggar Permendag Nomor 31

Senin, 15 Januari 2024 - 08:10 WIB

Dapat Insentif dari Pemerintah, Segini Harga Terbaru Wuling Binguo EV

Selasa, 9 Januari 2024 - 08:55 WIB

Sempat Jualan Beras Bersama Sang Ayah, Kini Penghasilan Haji Isam Dari Satu Perusahaan Bisa Tembus Rp. 40 Miliar Per Bulan

Senin, 8 Januari 2024 - 08:00 WIB

IOTF Melalui Fox Logger Perluas Layanan di IKN Resmi Dimulai Januari 2024

Berita Terbaru

Entertainment

Ed Sheeran Masuk Indonesia Gunakan Visa Jenis Baru

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:39 WIB

Potret Wulan Guritno bersandar di dada Sabda Ahessa saat nonton konser Ne-Yo (sumber: suara.com)

Entertainment

Tanggapan Sabda Ahessa Usai Digugat Rp396 Juta oleh Wulan Guritno

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:36 WIB

Ilustrasi: Stasiun Pengisian BBM di AS.foto pixabay

Nasional

10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia

Minggu, 3 Mar 2024 - 20:34 WIB