1TULAH.COM, Muara Teweh – Belum adanya keputusan tegas panitia penyelenggara dan komisi disiplin terkait kisruh sepak bola berujung adu jotos, membuat tim lain merasa dirugikan.
Hal ini disampaikan Manager Joloy dan Gass pol, Masya Yosi Ohira, Senin 27 Februari 2023.
“Kami merasa keberatan apabila wasit pengawas Pertandingan dan panitia tidak tegas dengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan regulasi yang pernah disampaikan. Dan kami rasa dirugikan apabila aturan hanya tajam ke klub kami dan tumpul ke klub lain,” kata Masya Yosi Ohira, melalui sambungan percakapan telpon.
Dalam video yang beredar di media sosial dan juga dimiliki warga, sangat jelas kekisruhan pada laga Gardela vs PU Putra.
Terjadi perkelahian dan adu jotos lanjut dia, akan tetapi tidak ada sangsi kepada klub dan pemain yang melakukan keributan. Makanya keadilan dalam menerapkan aturan tidak sesuai dengan regulasi yang pernah disampaikan saat tehnical meeting
Mestinya, wasit pengawas Pertandingan dan panitia mudah menerapkan sanksi dan keputusan. Namun pada keputusannya sampai hari in belum jelas.
“Banyak keputusan yang merugikan kami apabila ada rasa ketakutan dengan memberikan sangsi kepada siapa yang melakukan pelanggaran. Termasuk kami yang akhirnya memutuskan tidak bisa bermain. Kami juga menuntut kepada panitia untuk membayar kerugian kami Rp400 juta,” bebernya.
Kenapa sebanyak itu? dikatakannya pemilik klub mengambil pemain dari luar, baik pemain dari liga I dan II, seperti dari Persik Kediri dan juga Persiba Balikpapan. “Dalam sehari kami keluarkan uang Rp22 juta untuk para pemain. belum lagi biaya transportasi pemain dan lainnya. Jadi jika panitia dan wasit serta komisi disiplin yang tidak tegas, kami merasa sangat dirugikan,” tutupnya.
Sementara itu Sekretaris Panitia penyelenggara, Andi Irawan ketika di konfirmasi terkait keberatan manager Joloy FC dan Gass Pol FC mengaku dirinya tak mau berkomentar terkait itu.
Namun dia menjelaskan, bahwa hari ini panitia dan juga komici disiplin pertandingan akan mengeluakan surat keputusan terkait laga pertandingan antara Gardela vs PU Putra.
“Jadi tunggu saja hasilnya nanti. hari ini pasti dilakukan siaran pers terkait pertandingan ricuh kemarin. Kalau masalah yang disampaipkan manager klub lain, saya no koment,” kata Andi Irawan.
Terpisah Ketua Askab PSSI Barito Utara, Mustafa Joyo Muchtar mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan terkait kisruh adu jotos pada laga Gardela vs PU Putra.
Dia berharap jika pertandingan dilanjutkan, panitia penyelenggara dan juga wasit di lapangan bisa membuat keputusan adil sehingga tidak merugikan semua pihak.
“Kita sayangkan kejadian perkelahian kemarin, semoga panitia dan juga komisi disiplin bisa menyelesaikan semua dengan adil,” kata Mustafa Joyo Muchtar.
Seperti diberitakan sebelumnya, kejuaraan sepak bola Bupati Barito Utara Cup yang berlangsung di Stadion Swakarya Muara Teweh, dinodai kericuhan, Minggu 26 Februari 2023.
Pemain kedua kesebelasan Gardela Lemo Vs PU Putra terlibat saling pukul di lapangan. Kericuhan itu saat laga perdelapan final mempertemukan PS Gardela melawan PU Putra. kejuaraan ini sendiri memperebutkan total hadiah Rp150 juta. (Deni Hariadi)


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)







![Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny berebut bola dengan pemain Timnas China dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2025/06/LAWAN-TIMNAS-225x129.jpg)





![Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/rupiah-pekan-depan-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


