Ketika Childfree Menjadi Tren di Kalangan Pasangan Muda, Begini Hukumnya Menurut Iman Kristiani

- Jurnalis

Selasa, 14 Februari 2023 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hukum Childfree Menurut Kitab Injil (Shutterstock)

Hukum Childfree Menurut Kitab Injil (Shutterstock)

1TULAH.COM-Keputusan untuk memiliki anak atau tidak dalam sebuah ikatan perkawinan, sebenarnya sepenuhnya menjadi otoritas pasangan suami istri.

Namun, belangkangan ini soal memilih tidak mempunyai anak (childfree) menjadi banyak diperbincangkan, terutama terkait berbagai motif pragmatis yang melatarbelakanginya, seperti tidak mau repot hingga agar tetap awet muda.

Pandagan tentang childfree ini tentu tidak bisa dilepaskan dari latar belakangan keimanan atau ajaran agama yang dianut oleh seseorang. Nah, bagaimana dengan padangan iman Kristiani?

Gaya hidup tanpa anak atau childfree, yaitu mereka yang menikah namun memutuskan untuk tidak memiliki buah hati, tampaknya semakin marak terjadi di tengah masyarakat. Lantas bagaimana sih hukum childfree menurut Kitab Injil?

Topik pembahasan tentang childfree belakangan ini muncul, dan mengundang perhatian dari banyak pasangan yang telah menikah. Di satu sisi banyak yang meyakini bahwa childfree setelah menikah, merupakan satu pilihan besar yang sudah dipertimbangkan, secara matang oleh pasangan sebelum mereka menikah.

Pertimbangan ini bisa timbul dari banyak faktor, seperti tidak siap secara mental, fisik, ekonomi atau memiliki trauma di masa kecil. Sehingga membuat mereka sepakat untuk tidak memiliki anak, dan hanya hidup berdua dengan pasangannya.

Selain alasan tersebut, beberapa pasangan yang memilih childfree juga memiliki alasan yang terkesan narsistik. Seperti mereka ingin hidup nyaman tanpa direpotkan dengan kehadiran seorang anak.

Ada pula yang mempertimbangkan kelestarian bumi, karena penduduk bumi yang sudah sangat banyak. Mereka juga menilai perkembangan anak tidak baik karena bumi yang semakin jahat dan tidak aman.

Sementara di sisi lain, pilihan hidup untuk childfree terjadi karena faktor ketakutan ataupun kecemasan pasangan, setelah menikah saja. Belum lagi banyak yang menyakini, bahwa memiliki anak akan membantu orangtua di masa tuanya kelak. Karena bisa merawat dan menemani agar tidak kesepian saat ditinggal meninggal oleh pasangannya.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Sayangnya banyak pasangan yang memilih konsep hidup childfree, justru menolak pendapat bahwa mereka mengalami gangguan kecemasan tertentu.

Sebaliknya, mereka justru menilai jika seorang anak seharusnya tidak dilahirkan hanya untuk memenuhi kodrat atau tanggung jawabnya untuk mengurus orangtua di masa dewasanya kelak.

Lalu bagaimana sih seharusnya orang Kristen menanggapi konsep hidup Childfree? Bagaimana hukum childfree menurut kitab Injil?

Hukum Childfree Menurut Kitab Injil

Tidak semua alasan untuk hidup tanpa anak berdampak baik dalam keberlangsungan hidup manusia di bumi. Karena dampak yang signifikan bagi bumi melalui konsep childfree hanyalah sebuah ilusi atau pembenaran pelaku belaka. Hal ini lantaran untuk bisa mencapai dampak yang signifikan, childfree harus dilakukan secara masif oleh banyak orang.

Permasalahannya, jika gaya hidup terbaru ini dipraktekkan oleh banyak orang di dunia, maka kelangsungan hidup manusia justru akan menurun. Hal ini tentu berdampak pada lambannya roda ekonomi bahkan lambat laun akan berhenti. Hingga tenaga kerja potensial sudah tidak tersedia lagi. Generasi tua semakin menderita lantaran tidak ada yang melayani mereka.

Dampak-dampak lain dari childfree yang dilakukan secara masif juga akan terus bermunculan. Jika hal ini diteruskan, maka populasi manusia di bumk akan terancam. Apa yang diyakini penganut konsep childfree demi menjaga kelestarian bumi akan berubah menjadi negatif.

Baca Juga :  PORCAM 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Murung Raya

Dalam menanggapi hukum childfree menurut Kitab Injil, Alkitab justru menyediakan perspektif yang berbeda. Di dalam Alkibat menyebutkan bahwa anak adalah karunja yang indah dari Tuhan.

“Anak-anak adalah karunia yang indah dari Allah” (Mzm. 127:3).

Dijelaskan dalam Kitab Injil, bahwa sejak penciptaan, Tuhan telah merancangkan pasangan menikah untuk kemudian memiliki anak.

“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1: 28)

Bahkan di mata Tuhan, anak merupakan sebuah pusaka dan buah kandungan yang sangat berharga. Tuhan akan memberikan berkat kepada pasangan yang memiliki keturunan.

“Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” (Mazmur 127: 3-5)

Meskipun kita tidak tahu, kelak anak kita akan menjadi apa namun memiliki anak adalah sebuah karunia dari Tuhan. Setiap anak yang lahir adalah hadiah dari Tuhan. Tuhan ikut bekerja atas setiap lini kehidupan kita.

Jadi hukum childfree menurut Kitab Injil tidak boleh karena bertentangan dengan firman Tuhan. Anak yang lahir  di djnia merupakan hadiah terindah dari Tuhan. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya
Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif
Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout
Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah
Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:50 WIB

Heriyus Cek Langsung Kesiapan Venue Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:46 WIB

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:24 WIB

Skandal Korupsi Batu Bara PLTU Naik Sidik, Polri Selidiki Keterkaitan dengan Kasus Blackout

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Pemkab Mura Komitmen Sukseskan Sinode GKE dan HUT Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Berita Terbaru

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Berita

Pemkab Mura Dorong Pelaku Usaha Keluarga Lebih Produktif

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:46 WIB