Terungkap Ada Perdagangan Gelap, Terkait Langka dan Melambungnya Gas Melon di Barito Utara

- Jurnalis

Kamis, 9 Februari 2023 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Barito Utara saat menggelar rapat pengendalian elpiji di Aula Lantai I Kantor Setda Barut, Senin (09/01/2023). Foto.Deni Hariadi/1tulah.com

Pemkab Barito Utara saat menggelar rapat pengendalian elpiji di Aula Lantai I Kantor Setda Barut, Senin (09/01/2023). Foto.Deni Hariadi/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh -Ternyata ada perdagangan gelap yang jadi penyebab langka dan melambungnya gas melon atau gas elpiji 3 kg di Kabupaten Barito Utara.

Hal ini terungkap saat pemerintah daerah setempat menggelar rapat inflasi pengendalian gas elpiji 3 kg, Kamis 09 Februari 2023, pagi.

“Pemantauan kami selama ini di agen dan pangkalan masih bebas masuk pick up dan motor yang membeli banyak. Lalu barang di dapat itu di jual lagi ke warung- warung pengecer. Ini salah satu penyebab melambungnya harga. Istilah kami menyebut praktek ini sebagai perdagangan gelap,” kata Kabid Perdagangan kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Juni Rante Tampang, mengungkapkan di forum rapat yang berlangsung di Aula lantai I Pemkab Barut.

dia juga mengungkap bahwa selain banyak pangkalan fiktif, juga ada pangkalan tidak resmi ikut bermain. Tidak ada izin, tapi mampu menyuplai elpiji banyak ke warung dan kios-kios.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Hajranoor menambahkan, aturan HET yang ditetapkan gubernur dan juga Bupati Barito Utara, sudah jelas disebutkan, bahwa pangkalan yang audah direkomendasi oleh agen, menjual sesuai HET di tetapkan.

Baca Juga :  Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan ke agen baik  melalui lisan dan surat agar menjual sesuai HET. Tapi faktanya masalah lama ini berulang lagi. Karena langka melambung harga ini jadi pemicu inflasi di tempat kita.

“Makanya kami usul menerapkan penjualan elpiji subsidi menggunakan kupon. Distribusi elpiji pun tidak boleh sampai ke pedagang eceran. Pangkalan yang menjual,” kata Hajranoor.

Sementara itu, pimpinan rapat, Asisten II bidang pembangunan dan perekonomian, Gazali Montalatua mengakui jika adanya sejumlah pangkalan fiktif.

“Saya pegang data nya pangkalan fiktif itu. Saya juga menyayangkan rapat ini tidak di hadiri lengkap para agen, hanya dua yang hadir. padahal rapat kali ini sangat penting untuk kita membuat formula penyaluran elpiji bersubsidi sehingga tidak membuat panik masyarakt terkait kelangkaan dan melambungnya harga,” kata dia.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Senada dengan Asisten II Pemerintahan dan pembangunan, Kasi Intel Polres Barito Utara, AKP Masriwiyono mengakui dari datra intelijen pihaknya, pangkalan fiktif banyak. Malah mereka yang tidak memiliki izin pun ikut berkecimpung.

“Kami mengusulkan nantinya, cek perizinan keseluruhan baik agen dan juga pangkalan. Tidak itu saja, perizinan dan kelengkapan mobil angkut juga di cek perizinannya. Termasuk angkutan sepeda motor. Itu kan tidka boleh membawa elpiji banyak. kalau ada kecelakaan dan musibah, pemerintah lagi di masalahkan.

“Pemerintah daerah dan diasn terkait pun mesti harus menginterpensi. Kalau pengusaha jelas saja mau untung banyak. Tapi karena dalam elpiji ada uang negara, kita harus bisa intervensi,” terangnya.

Sedang Kasi Intel Kejaksaan Mohammad Arifuddin menambahkan, selain memberi pengawasan terus menerus, juga dilakukan berkala pengecekan isi tabung.(*)

 

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru