Korea dan Jepang Hadapi Resesi Seks, BKKBN: Indonesia Tidak Akan Mengalami Hal Serupa, Ini Alasannya

- Jurnalis

Sabtu, 28 Januari 2023 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seks, resesi seks. (Elements Envato)

Ilustrasi seks, resesi seks. (Elements Envato)

1TULAH.COM-Berkurangnya jumlah penduduk secara dratis dalam beberapa dekade mendatang mengancam Negara Korea dan Jepang. Hal ini dipicu terjadinya resesi seks di kedua Negara tersebut, di mana makin banyak pasangan yang tidak menghendaki mempunyai anak.

Ancaman resesi seks yang dapat berdampak serius terhadap jumlah penduduk ini, diyakini tidak akan terjadi dengan Negara Indonesia. Sebab, sejauh ini nilai-nilai kekeluargaan dan keinginan mempunyai keterunan dari masyarakat di Indonesia masih sangat besar.

Isu resesi seks yang terjadi di Korea Selatan dan Jepang membuat pertanyaan di masyarakat apakah Indonesia akan mengalami hal serupa atau tidak. Bagaimana menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)?

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan kalau Indonesia tidak akan mengalami resesi seks. Pasalnya, angka kelahiran di Indonesia hingga kini juga masih terbilang tinggi, yaitu 2,1. Hal tersebut yang membuat Indonesia tidak akan mengalami resesi seks.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Sementara itu, Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc,Dip.Com mengatakan, di Indonesia sendiri saat ini setiap perempuan punya anak kurang lebih 2. Hal tersebut menandakan masih banyak keluarga yang memiliki keinginan punya anak.

“Jumlah anak di Indonesia setiap perempuan punya anak kurang lebih dua lebih dikit, 2,1 sekian. Artinya ini menandakan bahwa masih ada keluarga yang memiliki anak yang bisa meneruskan generasi,” ucap Dwi saat diwawancarai, Jumat (27/1/2023).

Oleh sebab itu, menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi benar. Hal ini karena didukung data yang menyebutkan kalau masih banyak keluarga ingin punya anak. Untuk Indonesia sendiri setiap tahunnya bisa ada kelahiran hingga dua juta anak.

Hal tersebut juga sangat berbeda di negara luar yang saat ini semakin menurun. Bahkan, angka tersebut sudah di bawah satu. Oleh karena itu, negara-negara tersebut angkat pertumbuhannya penduduknya semakin turun.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

“Kalau di negara yang maju itu kan jumlah kelahirannya makin lama kan makin turun ya. Makin turun bahkan sudah di bawah satu rata-rata, misalnya seperti Korea, Jepang itu makin lama jumlah penduduknya makin sedikit. Kalau di kita masih bertumbuh,” jelas Dwi.

Dengan fenomena resesi seks ini, Dwi mengaku optimistis kalau Indonesia tidak akan mengalaminya. Apalagi, nilai kekeluargaan Indonesia masih sangat kuat.

Oleh sebab itu, keluarga biasanya memiliki keinginan untuk melanjutkan generasinya.

“Jadi sebenarnya kita masih optimistis, karena di kita nilai kekeluargaan masih sangat kuat ya. Jadi keinginan generasi muda untuk membentuk keluarga masih sangat baik sehingga otomatis generasi dari generasi masih terpelihara keberadaannya,” jelasnya. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:46 WIB

HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purnatugas kepada tiga PNS di Kabupaten Seruyan.  Kegiatan dilaksanakan di sela apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin pagi (19/10/2026).

Seruyan

Seruyan Dapat 248 Unit Rumah melalui Program Tiga Juta Rumah

Senin, 19 Okt 2026 - 16:04 WIB