dr Zakir Naik Diundang Ceramah di Piala Dunia 2022, Berikut Rekam Jejak Pendakwah Kontroversial Ini

- Jurnalis

Rabu, 23 November 2022 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ulama India, Zakir Naik saat berada di Jakarta, Jumat (31/3/2022/suara.com)

Ulama India, Zakir Naik saat berada di Jakarta, Jumat (31/3/2022/suara.com)

1TULAH.COM-Terlepas dari sepak terjangnya dalam berdakwah yang dinilai sebagai orang kontroversial, pendakwah dr Zakir Naik ternyata juga dianggap tokoh muslim berpengaruh.

Setidaknya hal ini terbukti bahwa Pendakwah asal India, Zakir Naik baru-baru ini dikabarkan diundang sebagai penceramah di Qatar selama Piala Dunia 2022 berlangsung.

Hal ini menimbulkan pro kontra. Pasalnya, kontroversi Zakir Naik telah cukup banyak terjadi sebelumnya. Mengapa? Berikut catatan singkat rekam jejak pendakwah kontroversial ini.

Kabar Zakir Naik jadi penceramah Piala Dunia 2022 di Qatar tersebut ramai diperbincangkan waganet Twitter. Salah satu aktivis muslim, Ghanem Nuseibeh mengecam langkah Qatar untuk mendatangkan penceramah kontroversial tersebut. Lantas apa saja kontroversi Zakir Naik?

Nuseibeh mengkritik Zakir Naik usai setuju terhadap salah satu fatwa yang mengharamkan Piala Dunia. Namun, Zakir Naik malah datang ke Piala Dunia 2022 setelah diundang oleh Qatar.

Ia juga mengatakan bahwa Zakir Naik merupakan penceramah yang dilarang memasuki Inggris sejak 2010 karena dakwah ekstremis.

“Pihak Qatar mengundang agamawan radikal asal India yakni Zakir Naik untuk berdakwah di Piala Dunia 2022. Naik sempat dilarang masuk ke Inggris pada 2010 berkat ajaran bernuasa ekstrimisnya. Kini ia mendapatkan ruang untuk menyebarkan ajaran radikal pada pemuda Muslim yang hadir dalam Piala Dunia,” cuit Nuseibeh (@gnuseibeh) melalui Twitter, Sabtu (19/11/2022).

Baca Juga :  KPK Targetkan Kasus Yaqut Cholil Dilimpahkan Usai Gelaran Musim Haji 2026

Selain dilarang untuk berdakwah di Inggris, Zakir Naik juga dilarang berdakwah di Sri Lanka, Bangladesh, Kanada, dan India. Lantas apa saja kontroversi yang dilakukan oleh Zakir Naik, pendakwah yang menjadi buronan India tersebut? Berikut daftarnya.

  1. Melakukan penyelewengan dana bantuan

Kontroversi Zakir Naik yang pertama adalah melakukan penyelewengan dana bantuan yang dihimpun oleh Islamic Research Foundation (IRF) yang merupakan organisasi miliknya.

Ada sekitar Rp 397 miliar yang dimasukkan ke deposito pribadi untuk membeli sejumlah properti di India. Hal ini terungkap setelah salah satu stafnya yang bernama Najmudin Sathak ditangkap pada tahun 2019 silam.

  1. Diburu polisi India

Atas kasus dan ceramah kontroversialnya, India menetapkan status Zakir Naik sebagai buronan atas kasus pencucian uang hingga ujaran kebencian.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Impor Ilegal Ponsel dari China

India juga melarang organisasi milik Zakir Naik, Islamic Research Foundation (IRF) yang membantu para pengikutnya untuk menyebarkan rasa permusuhan, kebencian dan niat buruk terhadap komunitas atau umat yang berbeda agama. Kini, Zakir Naik memutuskan untuk tinggal di Malaysia namun dilarang untuk melakukan dakwah.

  1. Sosok di balik pengaruh beberapa aksi terorisme

Zakir Naik yang berdakwah di beberapa negara di dunia diduga menginspirasi banyak kelompok terorisme, salah satunya aktivis al-Qaeda.

Pada tahun 2016, Zakir Naik menyebut semua umat muslim harus menjadi teroris yang menyebabkan negaranya sendiri mengecamnya. Bahkan Zakir Naik diduga menjadi inspirasi dari pelaku bom Mumbai, Rahil Sheikh.

Tak hanya itu, Zakir Naik juga dikritik karena diduga menginspirasi bom tahun baru di Dhaka, Bangladesh pada tahun 2016 setelah pelaku mengunggah pesan mengutip pernyataan Zakir Naik sebelum melakukan aksi terornya.

Itulah beberapa kontroversi dari penceramah asal India, Zakir Naik yang diundang untuk ceramah di Qatar selama Piala Dunia 2022 berlangsung. (Sumber: suara.com)

 

Berita Terkait

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2
Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa
Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli
Kerugian PAD Miliaran Rupiah! DPRD Kalteng Desak Pemerintah Pusat Percepat Operasional Pelabuhan Batanjung
Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang
Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah
Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya
Dandim 1013/Mtw Gandeng Insan Pers Dukung Kondusifitas Murung Raya
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:42 WIB

3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu ’98 Jilid 2

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:34 WIB

Polisi Bubarkan Paksa Perkemahan Pemuda Ahmadiyah di Tawangmangu Usai Ditekan Massa

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:55 WIB

Tim Gabungan Tangkap Tiga Pria Diduga Pengguna Sabu di Jakarta Utara saat Patroli

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:33 WIB

Kuota Produksi Batubara 2026 Dipangkas Jadi 600 Juta Ton, Badai PHK Hantui Sektor Tambang

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:09 WIB

Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bentuk Akuntabilitas Pemda dalam Mengelola Keuangan Daerah

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:16 WIB

Tegas! Istana Bantah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo dan Rumor Mundurnya Menkeu Purbaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:23 WIB

Dandim 1013/Mtw Gandeng Insan Pers Dukung Kondusifitas Murung Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:03 WIB

Alarm Rp18.000 Pecah! Membedah Pelemahan Rupiah Juni 2026 dan Bayang-Bayang Trauma Krisis 1998

Berita Terbaru