Tak Sekadar Bisa Membaca, Buku Bahasa Indonesia ‘Ini Budi’ Juga Mengajarkan Karakter Anak Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 13 November 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan Anak Bisa Membaca karena Buku

Jutaan Anak Bisa Membaca karena Buku "Ini Budi" (sumber foto : suara.com)

1TULAH.COM– Bagi orang tua jaman now upaya membentuk karakter anak yang baik, tentu banyak sekali tantangannya. Berbeda dengan orang tua jaman old yang relatif masih mudah dalam membentuk mupun membangun karakter anak.

Penanaman karakter seharusnya memang dimulai sejak usia dini. Salah satu yang paling efektif adalah melalui buku bacaan mupun tayangan visual.

Penanaman karakter pada anak, sebenarnya dapat dimulai pada saat anak mulai belajar membaca. Pola maupun model seperti ini, sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Salah satunya contohnya adalah adalah melalui buku Bahasa Indonesia ‘Ini Budi’. Buku ajar yang dikarang oleh Siti Rahmani Rauf ini, sangat legend di kalangan generasi 80-an hingga 90-an.

Buku ini tak hanya sekadar mengajarkan anak-anak bisa membaca, melainkan juga memberikan pendidikan karakter yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Generasi era 80 dan 90-an pasti akrab dengan buku ajar, khususnya Bahasa Indonesia “Ini Budi”.

Tokoh utamanya yang bernama Budi dan keluarganya mengajak siswa untuk aktif mengenal beragam kegiatan maupun nama aktivitas serta berang dalam keseharian.

Pengarang buku ajar sekaligus alat peraga, yang dikenal dengan Struktur Analitik Sintesis (SAS) Bahasa Indonesia, sangat membantu para siswa saat itu.

Bahkan siswa begitu senang ketika membaca buku Ini Budi tersebut.

Adalah Siti Rahmani Rauf, yang menciptakan sosok Budi dan keluarga dalam buntu itu. Dia adalah seorang guru yang mengajar sejak tahun 1937.

Buku itu sendiri dibuat pada 1980-an, setelah ditawarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Siti Rahmani yang ketika itu baru pensiun sebagai kepala sekolah  SDN Tanah Abang 5, Jakarta Pusat, pada tahun 1976, menerima tawaran tersebut dan membuat buku Ini Budi, tanpa bayaran sepeser pun.

Baca Juga :  Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Hal itu dilakukan wanita yang meninggal pada 10 Mei 2016 karena kecintaanya akan dunia pendidikan.

Banyak warganet berharap selain menyandang status pahlawan tanpa tanda jasa.

Siti Rahmani layak mendapat gelar pahlawan nasional, karena memajukan pendidikan di Indonesia. Serta memberantas buta huruf.

“Sangat membantu skali Buku ini. Atas kerja sama yang baik kebaikan, Kesetiaan, dan Ketulusan dari Keluarga  Bpk Budi. Sehingga, Saya Pintar Membaca,” dsmikian komentar @Rein Jar.

“MasyaaAllah….buku yg bisa membuat  jutaan ank bisa baca tulis pd jaman nya….Alhamdulillah trima  ksh ibu  Siti rahwani atas karya besar mu… smg Allah SWT memberikan pahala yg berlipat ganda  Aamiin,” sambung @masni masni. (Sumber:suara.com)

Berita Terkait

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting
Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:36 WIB

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto Muhidin, saat memimpin rapat koordinasi TPPS tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Gedung A Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 Apr 2026 - 21:36 WIB