1tulah.com,SAMPIT-Musim penghujan seperti sekarang ini, banjir tidak hanya mengancam kawasan permukiman penduduk, melainkan juga penampungan limbah perusahaan, khususnya perusahaan kelapa sawit.
Limbah yang biasa ditampung dalam suatu kolam sangat rentan meluber lantaran air dari luar kolam memenuhinya. Kondisi ini jika dibiarkan dapat mengakibatkan kolam jebol, atau setidaknya limbah di dalam kolam meluber keluar, hingga menganggu lingkungan sekitarnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur H. Hairis Salamad mengatakan perusahan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, supaya menjaga kolam limbahnya, supaya tidak meluap ataupun jebol karena banjir.
Oleh karena itu, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) aktif mengawasi pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit.
Terutama di musim penghujan seperti sekarang ini, jika tidak dikhawatirkan akan menyebabkan meluapnya limbah sawit dari kolam penampungan, dan merusak ekosistem lingkungan di sekitar pabrik kelapa sawit (PKS).
“Musim hujan yang harus diantisipasi adalah limbah dari pabrik CPO. Bagi kolam limbah yang tidak mampu menampung, sangat rawan meluber,” kata Politikus Partai Amanat Nasional (PAN).
Menurutnya pencemaran akibat limbah dari perusahaan perkebunan sawit, terkadang membuat ekosistem di sungai menjadi rusak. Meski demikian, hingga kini dirinya masih belum menemukan adanya pencemaran sungai berdasarkan hasil temuan pemerintah.
“Sejauh ini belum ada hasil temuan pencemaran. Bila ada, akan mendapatkan sanksi berat bahkan sanksi pidana,” kata dia.
Dikatakannya, limbah dari pabrik sawit hendaknya memang dikelola sesuai dengan standar, dan pemerintah harus aktif melakukan pengawasan, agar jangan sampai limbah yang dihasilkan itu justru merusak lingkungan sekitarnya.
“Pengawasan memang harus berkala melalui instansi terkait, karena itu kami minta pengawasan betul-betul maksimal kepada pengolahan produksi yang menghasilkan limbah sawit itu,” katanya.
Berbicara mengenai sanksi, tentunya bukan main-main hingga ada sanksi pidana bagi perusahaan yang memang terbukti lalai maupun sengaja yang menyebabkan kebocoran limbah dan mengakibatkan pencemaran lingkungan,”kata Hairis Salamad. (Fitri)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)




![Foto udara asap mengepul dari kebun kelapa sawit dan pinang yang terbakar di Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ngamuk-225x129.jpg)








![Foto udara asap mengepul dari kebun kelapa sawit dan pinang yang terbakar di Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ngamuk-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

