Soal Keselamatan Angkutan Karyawan PBS di Kotim, Modika: Hindari Mobilisasi dengan Bak Terbuka

- Jurnalis

Jumat, 23 September 2022 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Modika Latifah

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Modika Latifah

1tulah.com,SAMPITKeselamatan karyawan di perkebunan kelapa sawit harus mendapatkan perhatian serius dari pihak perusahaan, terutama dalam hal mobilisasi.

Dalam hal ini, perusahaan harus menyediakan angkutan dengan bak tertutup, sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Modika Latifah Munawaroh, mengimbau, kepada perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit,  supaya tidak mengangkut karyawannya dengan mengunakan bak terbuka, seperti  truk dam atau pikaf yang tidak dipasang pengaman.

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Pihak perusahaan berkewajiban melindungi karyawannya, maka dari itu disarankan mereka menyediakan fasilitas mobil seperti bus .

“Perusahaan Besar Swasta (PBS), khususnya di sektor perkebunan, agar menggunakan kendaraan angkut yang aman bagi karyawannya. Terutama pada saat antar jemput pekerja dari mes kelahan, karena itu ditekankan agar tidak diangkut dengan kendaraan bak terbuka,”ujar Modika kepada 1tulah.com di Sampit,  Jumat (23/9/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, hendaknya dinas terkait bersama jajaran Satlantas Polres Kotim harus memberikan penindakan tegas kepada perusahaan yang tidak memperdulikan keselamatan keryawannya.

Baca Juga :  Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

Jadi harus diawasi ketat, jangan sampai ada kecelakaan kendaraan angkut bak terbuka yang membawa manusia, kembali terulang di Kotim ini.

“Memang kasus kecelakaan karyawan sudah tidak terdengar lagi, dan artinya aman saja, namun jangan sampai terulang lagi maka dari itu PBS harus mengikuti aturan dengan menyediakan fasilitas angkutan yang aman untuk karyawannya,”tutur Modika.(Emmy)

 

Berita Terkait

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’
Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Senin, 20 April 2026 - 21:36 WIB

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB