Hikmahanto Juwana: Sebagai Presiden G20, Indonesia Perlu Dorong Kesepakatan Ukraina-Rusia

- Jurnalis

Jumat, 11 Maret 2022 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikmahanto Juwana, Guru BesarHubungan Internasional Universitas Indonesia

Hikmahanto Juwana, Guru BesarHubungan Internasional Universitas Indonesia

1tulah.com – Dalam posisi sebagai Presiden G20, Indonesia perlu mendorong Ukraina dan Rusia membuat kesepakatan terkait netralitas Ukraina, yang tidak akan menjadi anggota Uni Eropa dan NATO. Juga, kesepakatan terkait status Crimea, Donetsk dan Luhansk.

Hal itu disarankan Guru Besar Hubungan Internasional UI, Prof Hikmahanto Juwana, SH., L.LM, PhD., dalam Webinar di Jakarta, Kamis (10/3), yang diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA. Pemandu diskusi itu adalah Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.

Baca Juga :  KPK Dalami Aliran Uang Korupsi Bank BJB ke Selebgram Lisa Mariana Melalui Nominee

Menurut Hikmahanto, upaya lain yang perlu dilakukan Indonesia adalah mendorong agar Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata. Juga, mendorong AS dan NATO membuat pernyataan tertulis untuk tidak akan menerima Ukraina sebagai anggota.

Hikmahanto menjelaskan, politik luar negeri Indonesia itu diabdikan untuk kepentingan nasional. Maka semua negara adalah sahabat, sampai dengan kepentingan nasional diganggu.

Ditambahkannya, dalam situasi dua negara atau kelompok negara berhadap-hadapan, maka Indonesia harus menjaga jarak yang sama, dan memunculkan alternatif dari posisi yang saling berhadap-hadapan.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Sambut Baik Rencana Tambahan TKD Rp20,5 Triliun, Angin Segar Bagi Gaji ASN dan Pelayanan Publik

Implikasinya, Indonesia harus menjaga jarak yang sama dengan Ukraina dan Rusia. Maka seharusnya Indonesia jangan buru-buru menghakimi tindakan Rusia di Ukraina sebagai “invasi.”

Hikmahanto mengutip Presiden Jokowi, yang menjawab desakan dari negara-negara Barat untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Rusia pada G20. Jokowi menegaskan, G20 berfokus pada kerja sama politik antarnegara, bukan jadi panggung politik. (*)

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:38 WIB

KPK Periksa Rudy Tanoe Guna Hitung Kerugian Negara Kasus Bansos Beras

Berita Terbaru