1tulah.com, SAMPIT-Harga pupuk nonsubsidi yang meroket belakangan ini sangat dikeluhkan para petani. Kondisi ini jika tidak segera dikendalikan dapat berdampak kepada mahalnya harga-harga pangan di pasaran.
Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Bima Santoso mendorong Pemerintah Daerah setempat untuk turun tangan mengatasi tingginya harga pupuk non subsidi yang sampai kepada petani.
“Saya mendorong pemerintah untuk memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi aman guna meringankan beban petani yang terdampak tingginya harga pupuk non subsidi,” kata sekretaris Fraksi PKB DPRD Kotim, Bima Santoso kepada 1tulah.com di Sampit, Selasa (18/1/2022).
Menurutnya, lonjakan harga pupuk non subsidi ini menyebabkan sejumlah masalah, seperti terhambatnya produksi, serta semakin tingginya harga komoditas pangan yang tersedia di pasaran, hingga sampai kepada masyarakat (konsumen).
“Ini yang saya rasakan dan dengar dari masyarakat atau para petani khususnya yang ada di Kecamatan MB Ketapang,” kata wakil rakyat dari Dapil setempat ini.
Dari itu Bima mendesak agar pemerintah daerah aktif dalam hal tingkat pengawasan penyaluran, sehingga penyaluran dari distributor itu bisa dipastikan harga tidak dimainkan dan benar- benar sampai kepada petani.
“Dinas teknis harus bisa pastikan bahwa pupuk subsidi itu benar-benar sampai kepada petani, jangan dialihkan apalagi sampai ada perusahaan yang ikut menikmatinya,” ujar Bima Santoso.

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

