1tulah.com, MUARA TEWEH– Tindak pidana terhadap anak di bawah umur marak di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah. Kasus ini mendapat perhatian serius DPRD setempat.
Wakil Ketua DPRD Barito Utara, Sastra Jaya ditemui 1tulah.com, Jumat (14/01) mengatakan, salah satu cara memerangi kejahatan terutama terhadap anak di bawah umur melalui edukasi kepada semua pihak terkait.
“Bisa diminimalisir melalui edukasi aspek hukum, sosial-antropologis, budaya, dan mendirikan krisis center yang dapat membantu anak dan perempuan korban kejahatan.
Edukasinya kata Politisi dari Partai PDI Perjuangan ini dengan, memberikan pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, nilai agama, dan kesusilaan.
Selain itu melakukan rehabilitasi sosial, memberikan pendampingan psikososial atau pengobatan sampai dengan pemulihan hingga memberikan perlindungan dan pendampingan sampai pada tingkatan pemeriksaan.
Secara praktis sehari-hari, kata dia, perlu sosialisasi tentang batasan umur anak, yakni belum mencapai 18 tahun. Hal ini belum tentu diketahui kalangan awam.
“Saya prihatin terhadap kasus tindak pidana terhadap anak di bawah umur. Kita punya tanggung jawab bersama. Termasuk media massa tak mencantumkan nama inisial, alamat, atau apa pun yang bisa mengarah ke identitas anak sebagai korban dan pelaku. Kita menjaga masa depan anak,” jelasnya.
Sementara itu salah seorang pengamat Pendidikan Hery Jhon Setiawan, saat dihubungi Jumat siang mengatakan, guna mencegah anak di bawah umur menjadi korban dan pelaku kejahatan, semua pihak harus duduk dan bicara bersama-sama.
“Relevansinya dengan tujuan pendidikan yang kita hendak capai di Barito Utara dan secara nasional. Bagaimana kurikulum diterapkan dari pendidikan dasar. Ada pendidikan budi pekerti, tetapi masih terus menimbilkan masalah. Ini semua harus terus dimonitor dan dievaluasi, sehingga generasi mendatang yang beriman, berakal budi baik, dan bertakwa bisa tercipta,” kata Hery Jhon.

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

