1tulah.com,PALANGKARAYA-Proyek Food Estate di wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas sudah berlangsung selama dua tahun. Dari tahun 2020 hingga 2021, jumlah lahan intensifikasi untuk komoditas pertanian dari tiga kabupaten telah mencapai 30.000 Hektare.
“Sejauh ini sudah berjalan 30.000 hektare dari tahun 2020 hingga 2021,” kata Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat memimpin rapat mengevaluasi program food estate, Rabu (5/1/2022).
Berdasarkan data di Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, target intensifikasi lahan Kalteng Tahun Anggaran 2020 yakni seluas 30.000 hektare (ha), dengan masing-masing 20.000 ha di Kapuas dan 10.000 ha di Pulang Pisau.
Untuk luas tanam TA 2020, yakni 29.436 ha (Kalteng), 19.436 ha (Kapuas), dan 10.000 ha (Pulang Pisau). Luas panen 29.332 ha (Kalteng), 19.332 ha (Kapuas), dan 10.000 ha (Pulang Pisau). Produksi sebelum food estate 58.225,27 ton (Kapuas) dan 37.910 ton (Pulang Pisau), sedangkan produksi setelah food estate 72.408,94 ton (Kapuas) dan 42.203 ton (Pulang Pisau). Produktivitas sebelum food estate 3,18 ton/ha (Kapuas) dan 3,79 ton/ha (Pulang Pisau), sedangkan produktivitas setelah food estate 3,75 ton/ha (Kapuas) dan 4,22 ton/ha (Pulang Pisau).
Gubernur mengatakan, rapat evaluasi dimaksudkan mengetahui progres kegiatan pengembangan food estate di Provinsi Kalteng yang telah dimulai sejak tahun 2020.
Selain itu, rapat kali ini juga membahas rencana kegiatan pada tahun 2022, termasuk diantaranya untuk menjawab isu-isu strategis yang masih membayangi pelaksanaan kegiatan pengembangan food estate di Bumi Tambun Bungai.
“Sejumlah isu strategis yang masih perlu mendapat perhatian dan penanganan, antara lain belum optimalnya perbaikan infrastruktur irigasi, kondisi fenomena iklim yang cukup ekstrim, serta kendala pelaksanaan pengolahan lahan dan penanaman di lapangan seperti ketinggian permukaan air yang melebihi standar untuk dapat ditanami padi varietas unggul,” ujarnya.
Dikatakannya, isu strategis lainnya, dikatakan banyaknya tanaman padi yang rebah sebelum sampai masa panen karena cuaca, keterbatasan sumber daya manusia atau petani, serta permasalahan akses jalan yang masih perlu ditingkatkan.


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


