PSMTW Mundur Dari Kompetisi Liga 3 dan Menuntut Ganti Rugi

  • Bagikan
Keseblasan PSMTW foto bersama managemen dan pelatih, usai Lounching pemain baru-baru lalu. foto. Deni Hariadi (1tulah.com)

1tulah.com, MUARA TEWEH– Persatuan Sepak Bola Muara Teweh (PSMTW) memastikan diri mundur dari keikutsertaan kompetisi Liga 3 Zona Kalteng.

Hal ini terkait berubahnya jadwal kickoff yang sudah diputuskan di Muara Teweh, lalu  berubah dialih penyelenggaraannya di Kota Palangkaraya secara sepihak oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Tengah.

“Ini sebenarnya keputusan yang berat, sebab kami sudah menyiapkan tim sejak jauh hari. Namun karena bentuk protes dan menyangkut nama baik daerah, kami dengan berat hati memutuskan mundur dari kompetisi Liga 3 jika penyelenggaraanya di Palangkaraya,” ujar Surianoor, Manager PSMTW Barito Utara, kepada 1tulah.com, Kamis (30/12/2021).

Kekecewaan managemen PSMTW sangat beralasan, kata Surianoor. Keputusan semula, Barito Utara ditetapkan menjadi tuan rumah. Persiapan tim untuk berkompetisi dan kesiapan panitia pelaksana menjadi tuan rumah sudah dilakukan.

Namun tidak diketahui alasan, jadwal kick off di Muara Teweh sepihak ditunda dan dialihkan ke Kota Palangkaraya. Terkait ini, lanjut Surianoor, PSMTW tidak saja mundur dari keikutsertaan kompetisi Liga 3 Zona Kalteng. PSMTW juga menuntut ganti rugi kesiapan klub atas perubahan jadwal dan tempat kick off yang dipindah secara sepihak.

“Kami sudah menggelar rapat bersama managemen dan juga sudah melaporkan hal iin ke Askab PSSI Barito Utara. Keputusan final PSMTW mundur dari keikutsertaan kompetisi Liga 3 Zona Kalteng, jika tetap dilaksanakan di Palangkaraya,” tegas Surianoor.

Senada dengan Managemen PSMTW, Rahmat Kartolo, Sekretaris Persema Jenamas, meski tidak menyampaikan tim nya mundur dari keikutsertaan Kompetisi Liga 3, namun pihaknya juga mengaku kecewa dengan berubahnya jadwal dan tempat kick off.

“Kami juga ikut menuntut ganti rugi terkait pembatalan dan perubahan tempat kick off,” katanya kepada 1tulah.com.

Protes dan kekecewaan berubahnya jadwal kick off Kompetisi Liga 3 Zona Kalteng tidak saja dirasakan oleh managemen PSMTW. Bupati Barito Utara Nadalsyah juga meradang.

Kepada sejumlah media, orang nomor satu di Barito Utara ini akan mempermasalahkan hukum.

Dikatakan Nadalsyah, meski  belum menerima surat resmi pembatalan sebagai tuan rumah pelaksana Liga 3, tetapi Nadalsyah sebagai orang nomor satu di Bumi Iyak Mulik Bengkang Turan, tidak akan terima jika memang nanti benar-benar dibatalkan secara sepihak, bahkan tak segan akan melakukan upaya-upaya hukum.

“Sangat kecewa atas pembatalan sepihak. Padahal sebelumnya ada alasan penundaan. Bahasa penundaan ini kan bisa beberapa hari atau beberapa bulan, tetapi ternyata malah Muara Teweh dibatalkan jadi tuan rumah,” kata Nadalsyah dikutip dari Kaltengsatu.com.

“Ini adalah masyarakat yang dilecehkan oleh organisasi, saya akan turun tangan membantu mereka demi nama baik dan harga diri Barito Utara. Saya juga akan dorong Askab dan klub-klub yang keberatan dengan hal ini yang akan menuntut materi dan inmateri,” tegas Nadalsyah.

(Tim Redaksi)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *