Lagi, Petani Karet Mura Ikut Pelatihan Cara Pengolahan Karet Remah

- Jurnalis

Kamis, 26 Agustus 2021 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Karet Murung Raya, saat mengikuti pelatihan pengolahan karet remah (Crumb Rubber) di kampus Politeknik Muara Teweh.

Petani Karet Murung Raya, saat mengikuti pelatihan pengolahan karet remah (Crumb Rubber) di kampus Politeknik Muara Teweh.

1tulah.com, MUARA TEWEH– PT Indo Moro Kencana (IMK) membawa belasan petani karet dan pengurus anggota koperasi binaannya ke Kampus Politeknik Muara Teweh. Mereka kembali mengikuti pelatihan cara pengolahan Karet Remah (Crumb Rubber).

Pelatihan itu berlansung selama 6 hari berturut-turut, sejak tanggal 23 Agutus sampai 28 Agustus 2021. Ragam latihan diikuti tidak saja praktek cara pengolahan karet remah, tetapi diajarkan pula managemen pabrik Crumb rubber, hingga pengolahan limbah.

Staf CSR PT Indo Moro Kencana, Juwanto disel-sela kegiatan pelatihan mengatakan, ini adalah latihan pengolahan karet bagi petani binaan kami (PT.IMK)  khususnya bagi mereka pemilik rumah getah. Rumah getah adalah unit usaha koperasi petani karet, yang salah satu usahanya adalah jual beli karet petani.

“Kalau selama ini petani menjual karet mentah, dengan adanya pelatihan selama seminggu harapannya petani bisa menjadi pengelola getah kedepannya. Karena jika dijual mentah hasilnya kecil, tetapi jika diolah maksudnya SIR nilai karet jadi tinggi,” ujar Suwono.

Baca Juga :  Bupati Heriyus: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Sukses Program Presiden

Jadi dengan sudah mengikuti pelatihan ini, teman-teman petani bisa sambil mengoperasionalkan pabrik mini di Kampus Politeknik Muara Teweh dengan memasok karet mereka, sebelum dijual ke pabrik besar.

Ditambahkannya, Muara nya dari rumah getah sebagai pembeli karet petani dan seterusnya rumah getah yang mengolah karet mentah menjadi SIR di pabrik milik Politeknik Muara Teweh ini.

“Pegolahan karet mentah menjadi SIR di Pabrik ini bisa menguntungkan petani, karena nilai ekonomisnya tinggi dibanding karet mentah,” terangnya.

Terkait kerjasama pengoperasian pabrik mini Crumb Rubber Politeknik ini, PT IMK akan menggandeng dan mengajak pemuda dan pemudi yang batal kuliah karena keterbatasan dana.

“Mereka kita pekerjakan disini dan mengenai upah perusahaan yang akan bantu. Intinya dengan beroperasinya pabrik ini, harapan kita petani sudah memiliki pabrik sendiri dan pabrik disini menjadi jembtan sebelum pabrik lain akan berdiri pula nantinya di Kabupaten Murung Raya kedepan,” jelas Suwono.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Rencanakan Bangun 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah

Sementara itu, Andy Irawan, Instruktur sekaligus Kepala UPT Pabrik Mini Crumb Rubber dan Pabrik CPO Politeknik Muara Teweh mengatakan, phaknya berterima kasih dengan PT IMK yang sudah bekerjasama dan membawa petani-petni karet Murung Raya berlatih cara pengolahan karet remah.

“Harapan kami seterusnya PT IMK kedepan, yang membina peani Mura bisa memasok karet ke pabrik mini Politeknik. Sekaligus kami juga mengimbau kepada pengusaha dan petani lokal di Barito Utara, mau belajar ke kampus Politeknik, sehingga bisa meningkatkan hasil produksi karet mereka,” tutup Andy Irawan.(*)

 

Berita Terkait

Fantastis! Doktif Mengaku Ditawari Uang ‘Bawah Tanah’ Puluhan Miliar Jelang Putusan Praperadilan
HPN 2026: Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Ancaman Disrupsi AI dan Algoritma
Presiden Prabowo Rencanakan Bangun 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah
Polisi Usut Kasus Kematian Pria Wajah Terbungkus Plastik di Kos Bandarlampung
Satu Kolam Isinya Jenazah Semua, dr Gia Pratama Ceritakan Ngerinya Praktikum Anatomi di FK
Kurs Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.869, Intip Pergerakannya di Awal Pekan
Legenda Film Laga Willy Dozan Bicara Soal Penuaan dan Pengapuran Tulang
Kenali Modus Child Grooming Menurut KPAI: Hati-hati Jika Guru Terlalu “Dekat”

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02 WIB

Fantastis! Doktif Mengaku Ditawari Uang ‘Bawah Tanah’ Puluhan Miliar Jelang Putusan Praperadilan

Senin, 9 Februari 2026 - 13:51 WIB

HPN 2026: Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Ancaman Disrupsi AI dan Algoritma

Senin, 9 Februari 2026 - 10:11 WIB

Polisi Usut Kasus Kematian Pria Wajah Terbungkus Plastik di Kos Bandarlampung

Senin, 9 Februari 2026 - 10:07 WIB

Satu Kolam Isinya Jenazah Semua, dr Gia Pratama Ceritakan Ngerinya Praktikum Anatomi di FK

Senin, 9 Februari 2026 - 09:50 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.869, Intip Pergerakannya di Awal Pekan

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:00 WIB

Legenda Film Laga Willy Dozan Bicara Soal Penuaan dan Pengapuran Tulang

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:50 WIB

Kenali Modus Child Grooming Menurut KPAI: Hati-hati Jika Guru Terlalu “Dekat”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:23 WIB

Bupati H Shalahuddin Sebut Skala Prioritas Pembangunan pada Musrenbang RKPD Montallat 2027

Berita Terbaru

Nasional

Polisi Samarinda Tertibkan Balap Liar, 32 Motor Diamankan

Senin, 9 Feb 2026 - 13:51 WIB

Ilustrasi Gedung KPK.

Nasional

KPK Perdalam Peran Importir terkait Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 9 Feb 2026 - 13:42 WIB