Menu

Mode Gelap

Berita ยท 12 Jul 2021 13:16 WIB

Cari Ikan Dengan Alat Setrum, Lelaki ini Diamankan. Polisi Sempat Kejar-kejaran di Sungai


 Press Rilis POlres Barito Utara terkait penangkapan pelaku Illegal Fishing. Perbesar

Press Rilis POlres Barito Utara terkait penangkapan pelaku Illegal Fishing.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Seorang warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berinisial ES (42) di tangkap polisi gegara nekat mencari ikan di Sungai Barito menggunakan alat setrum. Pelaku diamankan polisi di daerah perairan sungai Desa Butong Kecamatan Teweh Selatan, Minggu (11/7/2021) sekira pukul 05.00 WIB.

Penangkapan pelaku cukup dramatis, bahkan polisi yang menggunakan Speedboat harus kejar-kejaran di Sungai Barito. Diketahui, kegiatan menangkap ikan dengan alat tersebut tergolong ilegal.

Waka Polres Barito Utara Kompol Masharsono didampingi Kasat Reskrim AKP M Tommy Palayukan, saat menggelar press rilis, Senin (12/7/2021) mengatakan, pelaku ditangkap berdasakan laporan dari masyarkat yang resah terhadap adanya kegiatan penangkapan ikan secara illegal.

Informasi ditindaklanjuti dengan melakukan patroli dan penyisiran di Sungai Barito pada hari minggu pagi. Saat di kawasan Teluk Beringin, kedatangan polisi d ketahui pelaku. ia mencoba melarikan diri. Dan sempat terjadi kejar-kejaran.

“Pelaku lari ke bibir pantai dan coba melarikan diri namun berhail diamankan bersama barang bukti lain, kelotok cis, alat setrum, dan juga ikan haisl tangkapan sebanyak 13 kilo,” ujar Kompol Masharsono.

Dikatakan masharsono, alat setrum yang digunakan cukup berbahaya dengan bahan Genzet mereka Yamaha Type EF 2600 FW. Alat itu dialiri listrik je ranjau yang digunakan untuk menyetrum ikan di sungai. Wilayah operasi pelaku, lanjutnya adalah wilayah perairan sungai dari Muara Teweh, Pendreh, Lemo hingga ke wilayah perairan desa Butong Kecamatan Teweh Selatan.

“Pengakuan pelaku dia menangkap ikan dengan alat setrum itu sudah berjalan empat bulan ini dan ikan-ikan yang didapat itu dijual pelaku ke pasar di Muara Teweh,” terangnya.

Terhadap pelaku, polisi mensangkakan pasal 84 ayat 1 undang-undang RI tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 100B undang-undang RI nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 dengna hukuman penjara paling lama 6 tahun, dendan paling banyak 1, 2 miliar atau pidana penjara paling lama 1 tahun. (eni)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Masih Selidiki Penyebab Ledakan di Asrama Polisi

26 September 2022 - 10:18 WIB

Polisi masih selidiki penyebab ledakan di Asrama Polisi (suara.com)

Viral Suara Pengamen Bawakan Lagu Bon Jovi, Warganet : Keren Suaranya

26 September 2022 - 09:40 WIB

Viral pengamen mirip vokalis Bon Jovi (tangkapan youtube)

Tukang Ojek dan Nelayan Bakal Terima Bansos, Pencairan Oktober-Desember, Lengkapi Syarat-syaratnya Ini

26 September 2022 - 08:36 WIB

Sadis, Polwan BNN Diduga Aniaya dan Sekap Perempuan

26 September 2022 - 08:33 WIB

Ilustrasi - polwan BNN diduga aniaya dan sekap perempuan (suara.com)

Kejurda Grasstrack 2022 Barsel, Jaring Pebalap Lokal di Ajang Porprov 2023

26 September 2022 - 08:25 WIB

Berteman dengan 4 Zodiak Ini, Dijamin deh Selalu Riang Gembira

26 September 2022 - 07:50 WIB

Trending di Berita