Miris, Wanita Tua ini Tinggal Sendirian di Rumah Tak Layak Huni di Dusun Juking Hara

- Jurnalis

Selasa, 18 Mei 2021 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nenek Ibah

Nenek Ibah

MUARA TEWEH– Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu tepat bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga dan handai taulannya. Namun, tidak dengan wanita tua yang bernama Bahriah (76) atau akrab disapa dengan Gulu Ibah ini, dia merupakan seorang wanita lanjut usia yang hidupnya sebatang kara, serta tidak memiliki suami maupun anak.

Gulu Ibah sendiri tinggal di Desa Juking Hara, kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, saat ditemui 1tulah.com ternyata dia seorang perawan tua.

“Beginilah kehidupan saya, saya tidak memiliki anak apalagi suami, karena saya memang seorang perawan tua dan tidak menikah sampai sekarang,” ungkap Gulu Ibah, Senin (17/5/21) sore.

Kondisi dapur nenek Ibah

Untuk urusan makan sehari-hari pun gulu Ibah hanya menerima dari tetangga, keluarga maupun para dermawan yang bersedia mengulurkan bantuan.

“Terkadang datang tetangga, keluarga ataupun orang yang tidak saya kenal mengantarkan makanan kepada saya, hanya dari pemberian mereka saya bisa menyambung hidup,” jelasnya.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Saat 1tulah.com menyambangi kediamannya, terlihat tidak ada satupun benda elektronik yang dia miliki, bahkan untuk urusan dapur dan memasak pun gulu Ibah hanya menggunakan kayu bakar.

“Saya tidak mempunyai televisi, atau barang2 elektronik lainnya, untuk memasak pun saya hanya menggunakan kayu bakar yang saya cari sendiri di hutan,” terangnya.

Keponakan gulu Ibah yang bernama Siti Hafsah (64) membenarkan pernyataan gulu Ibah tersebut saat di konfirmasi.

begini kondisi tempat tidur nenek Ibah.

“Memang benar, beliau tidak memiliki suami apalagi anak, Karena beliau tidak pernah menikah sampai sekarang, dan beliau sudah 30 tahun hidup dalam keadaan seperti ini,” ungkap Hafsah.

Saat mengamati kondisi bangunan yang dia tempati, terlihat bangunan yang berukuran 4x 5 meter sudah sangat tidak layak huni, baik dari lantai maupun dinding rumahnya.

“Walaupun kondisi rumah saya seperti ini, yang saya minta supaya saya bisa merasakan air bersih PDAM, karena selama ini saya hanya menimba air di sungai Barito untuk keperluan sehari-hari, yang jaraknya lumayan jauh sedangkan kondisi badan saya sudah tidak memungkinkan lagi,” ungkap Gulu Ibah.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Selain tidak menikmati air bersih PDAM, gulu Ibah juga tidak memiliki WC.

“Di rumah saya tidak memiliki WC, seandainya saya mau buang air, saya harus ke lanting yang jaraknya cukup jauh,” Terangnya.

Terakhir dia juga berharap ada agar perhatian dari pemerintah dan dinas terkait, untuk bisa membantu kesulitan yang dia alami. Kalau untuk renovasi rumah sudah ada yang menawarkan, tapi saya tidak mau. kalau ada yang mau bantu, minta buatkan WC dan saluran PDAM saja,” pintanya.

Sekeda diketahui, Dusun Juking Hara letaknya tak jauh dari Kota Muara Teweh ibukota Kabupaten Barito Utara.(Rif/mag)

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru