Ini Komentar Dokter Cantik Kepada Pasien yang Tidak Percaya Covid-19

- Jurnalis

Jumat, 2 April 2021 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Putri Ratri. Dokter muda yang tengah menjalankan internsip ini megaku sedih jika menemui pasien yang tidak percaya Covid-19. [dok. pribadi]

dr. Putri Ratri. Dokter muda yang tengah menjalankan internsip ini megaku sedih jika menemui pasien yang tidak percaya Covid-19. [dok. pribadi]

1tulah.com– Baru setahun lebih menjalani profesi dokter, mojang Bandung bernama Putri Ratri ini sudah dihadapkan pada beratnya menjadi salah satu garda terdepan melawan Covid-19.

Dokter internsip adalah proses pemahiran dan pemandirian dokter yang baru lulus pendidikan untuk penyelarasan hasil pendidikan dengan kondisi di lapangan.

Putri menyelesaikan pendidikan kedokteran dari Universitas Kristen Maranatha pada Januari 2020 lalu. Putri kini tengah menjalani program dokter internsip.

Pertama kali ia terjun sebagai dokter umum langsung ditempatkan di ruang Instalasi Gawa Darurat (IGD) salah satu rumah sakit di Kota Cimahi. Seperti diketahui, saat ini IGD adalah area screening bagi pasien untuk menentukan terindikasi Covid-19 atau tidak.

“Saya baru mulai November tahun lalu, sebagai dokter internsip,” ujar Putri kepada Suara.com, jaringan media 1tulah.com, Rabu (24/3/2021).

Sejak mulai bertugas sebagai dokter muda melalui program internsip, perempuan yang punya hobi bernyanyi itu mulai menangani berbagai keluhan pasien yang datang ke IGD tempatnya bertugas.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Dari mulai keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan berbagai penyakit lainnya. Kemudian, Putri juga otomatis harus berhadapa dengan pasien yang memiliki gejala Covid-19 sehingga terpaksa harus dilakukan rapid test antigen.

“Kalau di rumah sakit kan prosedurnya pasien itu rapid antigen. Mau gak mau kita ikut terjun langsung dengan keluhan gejala covid,” ungkap Putri.

Awalnya, ia mengaku takut harus menghadapi pasien ditengah pandemi Covid-19 ini. Namun ketakutan itu Putri lawan sebab pasien tetap menjadi prioritas utama mendapat pelayanan kesehatan optimal.

“Takut ketularan pasti, apalagi sampai menularkan ke orang rumah. Tapi lama-lama jadi terbiasa,” ujarnya.

Sekitar tiga bulan mengabdi di rumah sakit, dokter Putri Ratri melanjutkan program dokter internispnya di Puskesmas Cimahi Tengah. Ia ditempatkan di Poli Umum.

Baca Juga :  KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Di Puskesmas, perjuangan Putri sebagai garis terdepan dalam melawan pandemi Covid-19 berlanjut. Ia terjun langsung dalam melakukan testing, seperti swab test.

Kini, dokter muda dan cantik itupun dilibatkan dalam proses vaksin Covid-19. Ia ditugaskan untuk melakukan sceening terhadap calon penerima vaksin Covid-19.

Ada hal yang membuat Putri sedih sejak ikut terjun langsung menangani pandemi Covid-19. Kondisi itu dirasakannya ketika ada pasien yang ngotot tidak mempercayai adanya Covid-19 atau virus Corona.

“Sedih kalau sampe ngadepin pasien ngeyel, enggak percaya Covid-19. Padahal situasinya lagi kaya gini,” ucap Putri.

Progam dokter internsip akan dijalani dr. Putri Ratri selama sembilan bulan. Setelah selesai menjalani program ini, nantinya ia tinggal menentukan karir selanjutnya di dunia kedokteran yang dicita-citakannya sejak kecil.(eni)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru