1tulah.com, BUNTOK– Persatuan Sepak Bola Seluruh Indosnesia (PSSI) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, di Tahun 2021 ini memfukoskan program mereka terhadap perkembangan sepak bola usia dini. Caranya, melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah naungan PSSI Barsel.
Hal ini dikatakan oleh ketua PSSI Barsel, Ida Riani kepada wartawan pada saat menggelar rapat Tahunan PSSI, pada Senin (15/2/2021), sore kemarin.
Ida Riani mengatakan, dalam waktu dekat ini dan berkenaan dalam kegiatan PSSI Barsel yang dimulai pada Januari tadi, pihaknya mengadakan pembinaan untuk pesepak bola usia dini, yang nantinya para pesepak bola ini akan direkrut menjadi pemain penerus Barsel FC yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel.
“Kami akan menjadwalkan latihan tiga kali dalam seminggu, untuk memgembangkan bakat-bakat dari anak-anak yang sudah masuk dalam SSB ini,” ucap Ida Riani.
Dia menambahkan, baik itu yang setarap tingak SD, dan SMP baik itu laki-laki dan perempuan kami akan tetap membinanya, karena SSB ini dibentuk berdasarkan umur peserta yang masuk ke dalam SSB ini.
“Rencana kedepannya pihak PSSI akan mengadakan semacam sparing kecil antar anak-anak usia dini ini, nantinya mereka akan dibagi berdasarkan kelompok usia mereka yang terdiri dari beberapa klub,” katanya.
Masih dikatakan Ida Riani, mereka nanti akan melakukan pertandingan kecil sesuai dengan ppostur dan stamina mereka, serta menggunakan lapangan kecil yang sudah di buat. Jadi apa yang mereka dapat selama latihan akan dipraktekkan di lapangannya seperti apa.
“Atau bisa juga disebut praktek lapangan, pelaksanaan ini akan kami mulai pada Bulan Maret. Jadi nantinya anak-anak asuh ini akan kita biasakan berada dilapangan untuk berkompetisi,” bebernya.
Masih dikatakan Anggota DPRD dari Kmosi III ini, harapannya, mereka akan terbiasa dan bisa memperaktekkan ke lapangan dan memainkan apa saja yang diajarkan dan didapatkan oleh pelatihnya.
“Kami juga sekaligus mengisi waktu anak-anak ini, dimana dimasa pendemi ini anak-anak ini memang diliburkan karena covid-19 yang membuat mereka tidak bisa sekolah secara tatap muka,” ungkap Ida Riani.
Lanjutnya, dan orang tua mereka juga sudah menitipkannya dan mempercayainya kepada kami, agar mereka tidak terlalu fukos hanya bermain handphone saja di rumah dan bermain yang tidak bermamfaat.
“Dengan adanya program usia dini ini, bukan menjadi hal yang aneh, dan hal yang mustahil bahwa kedepannya PSSI bisa menghasilkan bibit-bibit pesepak bola yang unggul dan handal, yang nantinya akan bisa membawa nama Barsel agar bisa berjaya kembali di Dunia olah raga dalam hal sepak bola,” pungkas Ida Riani. (Ali)










![Ilustrasi lansia memakai Crocs [dibuat dengan AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/01/lansia-croc-225x129.jpg)









