Friday, October 30, 2020
  • News
  • Daerah
  • Metrokrim
  • News
  • Daerah
  • Metrokrim

Nekat Bawa Paksa Motor di Dealer Honda, Pria Ini Nyaris di Amuk Massa

550
SHARES
4.2k
VIEWS

BACA JUGA

1tulah.com, MUARA TEWEH-Seorang pemuda nyaris babak belur di amuk massa, Selasa(1/9/2020) sekira pukul 11. 15 WIB. Warga Rt 10 Jingah berinisial RS ini nekat membawa paksa Motor Honda CBR di Dealer Motor Honda.

Langkahnya terhenti  di perempatan lampu merah Terminal, lantaran ada anggota polisi melintas, dan mengamankan pelaku.

Taufik Rahman, salah karyawan Dealer Honda menuturkan, siang itu pelaku datang ke dealer menggunakan sepeda motor. Dia tanpa basa basi langsung mengambil jaket. Selanjutnya ŔS mencoba semua merek motor yang ada di display.

Terakhir ia, mendatangi motor CBR sport warna hitam, dan menungganginya. Kala itu ia ditegur,  kalau motor tak bisa hidup. RS menjawab, ” Saya mau pinjam dan kamu mau apa,” kata Taufik menirukan percakapan pelaku, Selasa(1/9/2020).

Saat berbicara begitu, kata Taufik, pelaku sambil memperlihatkan parang di pinggangnya, sembari mendorong motor CBR itu ke jalan.

“Kami takut meneriaki maling, takut motor jualan itu lecet dan tergores. Kami hanya membuntuti, sampai di perempatan lampu merah polisi datang, lalu RS diamankan,” ungkap Taufik.

Hingga berita ini diturunkan, RS masih diamankan di Mapolres guna pengembangan lebih lanjut.

Sementara itu, seorang personil polisi mengatakan, pagi hari RS bertindak nyeleneh. Ia sempat datang ke Mapolres, bermaksud hendak meminjam mobil patroli.

Kabar lain didapat, RS juga sempat meminta  daging ayam potong di pasar.

Wiyanto, teman sekaligus tetangga pelaku mengatakan, dirinya kaget saat mengetahui ada keributan di perempatan lampu merah, tepatnya di depan Langgar Darul Khair.

“Saya kaget melihat sepeda motor saya ada di atas mobil polisi. Tak taunya, teman saya yang pakai karena tadi pagi meminjam sinrumah,” kata Wiyanto, di Kantor Polisi.

Menurut Wiyanto, pelaku merupakan rekan kerjanya di buruh bangunan. Selama tiga bulan mereka sempat bekerja membangun rumah.

Istri RS saat di tanya mengaku binggung dan kaget dengan tingkah laku suaminya. Padahal, suaminya tidak pernah berlaku aneh-aneh.

“Ia bekerja buruh bangunan, kalau benar ia mencuri motor sungguh menuakitkan hati. Berarti dia tidak memikirkan nasin saya dan anaknya,” kata sang istri sembari menyeka air mata di pipinya.

Sebelum peristiwa ini, beberapa tahun lalu, RS pernah membawa kabur Mobil Patroli Satuan lantas.(eni)

 

 

Related Posts

Discussion about this post

POPULAR NEWS

EDITOR'S PICK

,

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.