Bagaimana Nasib Aset Negara di Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah ke IKN?

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monas Jakarta(Sumber: Freepik)

Monas Jakarta(Sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Pusat pemerintahan Indonesia akan dipindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, sementara aset-aset Kementerian/Lembaga akan tetap berada di DKI Jakarta.

Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Candra Giri Artanto, mengungkapkan bahwa skenario pengelolaan aset tersebut sedang disusun oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan.

“Konsepnya aset-aset di Jakarta yang berpindah di utilisasi, akan dimanfaatkan pemanfaatannya high based used, sekarang sedang disusun DJKN dan berkolaborasi dengan Pemprov DKI, dan Kementerian lain, ini diinisiasi DJKN, sekarang dibikin grand desain,” ucapnya dalam acara Taklimat Media di Jakarta, Selasa (23/1/2024).

LMAN telah melakukan studi ke beberapa lokasi untuk pemetaan dan penyelarasan terkait relokasi pemerintahan. Meskipun Jakarta bukan lagi pusat pemerintahan, namun menurutnya, kota ini akan tetap mempertahankan status metropolitan.

Baca Juga :  Imigrasi Amankan 16 WNA di Sukabumi Terkait Dugaan Love Scamming, Segera Dideportasi!

“Sekali lagi Jakarta yang akan ditinggal tak akan jadi berbeda, no worries. Ini akan tetap jadi kota metropolitan, akan terus. Apa peran LMAN? Sebagai satuan kerja DJKN akan suport, kajian sudah kita lakukan,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat akan meninggalkan aset senilai Rp 1.640 triliun di Jakarta ketika ibu kota dipindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan. Aset tersebut melibatkan kantor pusat, wilayah, dan layanan pemerintahan.

Baca Juga :  InstaSpin Casino: Quick‑Fire Slots & Rapid Wins voor de Moderne Speler

“Rp 1.640 triliun itu total antara kantor pusat, kantor wilayah dan kantor pelayanan,” ucap Direktur Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara, Kemenkeu, Encep Sudarwan di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Dari total Rp 1.640 triliun aset yang bisa digunakan sekitar Rp 300 triliun, karena aset-aset lainnya masih bisa dimanfaatkan.

“Jadi perkiraan kami kasarnya dari Rp 1.640 triliun mungkin yang bisa kita manfaatkan sekitar Rp 300 triliun-an karena yang lain masih dipakai oleh kantor wilayah, kantor pelayanan kan polisi tetap harus ada, polres, polsek, kantor agama pernikahan,” tuturnya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid
Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi
Dilema Marc Marquez di Awal Musim MotoGP 2026: Berkah Terselubung bagi Dominasi Aprilia?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:49 WIB

Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:09 WIB

Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:26 WIB

Dilema Marc Marquez di Awal Musim MotoGP 2026: Berkah Terselubung bagi Dominasi Aprilia?

Berita Terbaru