Dewan Barsel Minta Kesejahteraan Nakes dan Pendidik di Perdesaan Lebih Diperhatikan

- Jurnalis

Rabu, 30 Maret 2022 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto

1tulah.com, BUNTOK– Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, untuk lebih memperhatikan persoalan kesejahteraan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan tenaga pendidik atau Guru honorer dan kontrak, terutama yang ditugaskan di perdesaan.

“Masalah ini sebelumnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bersama Pemda beberapa waktu lalu, sudah kita sampaikan, perlunya penempatan tenaga medis dan guru honorer sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap desa,” Kata Raden Sudarto kepada 1tulah.com di Buntok, Selasa (29/03/2022).

Ia menginginkan, saat ini masih ada beberapa desa di wilayah Barito Selatan yang belum memiliki Nakes dan guru honorer yang menetap di tempat tersebut.

Baca Juga :  Reses di Pahandut, Anggota DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh Terima Aspirasi Pendampingan Hukum & Beasiswa

“Kita menekankan pengadaan tenaga kesehatan di desa-desa, dan tenaga pengajar Yang sudah bersedia ditempatkan dipelosok agar lebih diperhatikan lagi intensifnya,” ujarnya.

Politisi PDI Pejuangan ini mengatakan, ada beberapa desa yang sempat dirinya kunjungi saat reses dan diantaranya mengaku belum punya tenaga kesehatan dan guru yang menetap di desa tersebut.

“Seperti di Desa Teluk Mampun itu contohnya, masih belum punya tenaga kesehatan yang menetap tinggal di sana, ini kan menyulitkan warga. Apalagi desa itu belum punya akses darat menuju ke desa dan kota lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

Untuk itu, ia mengharapkan Pemda melalui instansi terkait melakukan peningkatan terhadap dana intensif bagi para guru dan Nakes yang masih berstatus honorer ataupun kontrak. Sebab menurutnya, dana intensif guru dan nakes honorer saat ini masih sangat kecil.

“Karena bagaimanapun tanpa mereka, kita tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi kita harapkan intensif mereka dilakukan perbaikan atau peningkatan,” kata Raden Sudarto. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terbaru