Didominasi Pasutri Muda, Selama Pandemi, Angka Perceraian di Barito Utara Melonjak

- Jurnalis

Selasa, 25 Mei 2021 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemijian, Humas Pengadilan Agama Muara Teweh.

Kemijian, Humas Pengadilan Agama Muara Teweh.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Pengadilan Agama Muara teweh, Kalimantan Tengah, mencatat angka perceraian selama pandemi meroket alias naik. Tercatat sejak tahun 2020 hingga Mei 2021 ini ada sebanyak 20 perkara.

Yang membuat miris, perceraian didominasi pasangan suami istri (Pasutri) muda baru menikah atau usia rumah tangga dibawah 5 tahun. Pemicu utama, tak lain faktor ekonomi.

“Kasus perceraian didominasi pasutri muda dan berumur 25 tahunan, dan di tahun 2021 ini ada tiga perkara yang masuk dari pasutri muda,” ujar Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh, Abdullah di konfirmasi melalui Humas sekaligus Panitera Muda Hukum, Kemijian, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga :  Respons Aksi "Reformasi Militer", DPRD Kalteng Gelar Koordinasi Intensif Bersama TNI dan Polri

Dia juga mengatakan, memang kasus perceraian ini tidak diakibatkan karena pandemi Covid-19, namun yang pasti dari data yang ada saat pandemi sekarang, angka perceraian mengalami kenaikan, meskipun tidak secara signifikan. Faktor penyebabnya, kata Kemijian, bukan karena orang ketiga, melainkan faktor ekonomi.

Baca Juga :  Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran

Kemijian membeberkan data di tahun 2020, jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Agama  Muara Teweh sebanyak, 507 perkara dan yang sudah diputuskan melalui sidang pengadilan sebanyak 387 kasus.

Sedangkan untuk kasus perkara perceraian di tahun 2021 hingga bulan Mei saja, sebutnya, sudah ada sebanyak 198 gugatan dan 134 permohonan,  serta 64 yang sudah diputuskan melalui sidang Pengadilan Agama. (Rif/mag)

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres
Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 21:42 WIB

Antisipasi El Nino Godzilla, Sekda Barito Utara Ikuti Apel Karhutla di Mapolres

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Pemkab Barito Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup Felix Menargetkan Opini WTP ke-6

Jumat, 17 April 2026 - 12:12 WIB

PT Suprabari Mapanindo Mineral Berhasil Meraih Peringkat Hijau PROPER 2024–2025

Berita Terbaru