1TULAH.COM, SERUYAN – Usulan Pemkab Seruyan agar Bandara Kuala Pembuang dipertimbangkan menjadi basis operasional (home base) helikopter dan pesawat pendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mendapat respons positif dari kalangan legislatif. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang yang penting dalam upaya mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Dukungan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Seruyan dari Fraksi PDI Perjuangan, Nina Rusnita. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Seruyan ini menilai gagasan yang diajukan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri merupakan sebuah terobosan visioner.
“Saya pribadi selaku anggota DPRD Seruyan mendukung penuh usulan ini. Secara geografis dan teknis di lapangan, rencana ini sangat rasional dan menguntungkan daerah,” ujar Nina saat diwawancarai di Kuala Pembuang, Jumat (6/11/2026) pagi.
Nina menjelaskan sejumlah alasan yang menjadikan kawasan Kuala Pembuang dinilai ideal sebagai pangkalan operasional penerbangan darurat untuk mendukung penanggulangan karhutla. Salah satu faktor pendukungnya adalah kondisi jarak pandang di wilayah pesisir Seruyan yang relatif baik.
“Berdasarkan kondisi riil di lapangan, jarak pandang di kawasan Kuala Pembuang ini relatif stabil dan baik, bahkan saat musim kemarau berkepanjangan. Ketika bandara-bandara di daerah lain di Kalimantan Tengah terganggu oleh kepekatan kabut asap, bandara kita di sini justru cenderung lebih bersih. Ini adalah modal operasional utama agar armada seperti helikopter water bombing atau pesawat penyemai awan bisa lepas landas dan mendarat dengan aman tanpa terkendala cuaca buruk,” jelasnya.
Selain faktor jarak pandang, kondisi geografis Kabupaten Seruyan yang memiliki kawasan gambut cukup luas dan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi nasional juga menjadi pertimbangan penting. Nina menilai keberadaan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) membutuhkan dukungan penanganan kebakaran yang cepat dan efektif.
“Jika terjadi karhutla di TNTP atau wilayah selatan Kalteng, mobilisasi pesawat atau helikopter pemadam selama ini harus menunggu dukungan dari pangkalan luar yang jaraknya cukup jauh. Akibatnya, api bisa telanjur meluas. Jika Bandara Kuala Pembuang resmi menjadi home base OMC, waktu tanggap (response time) tentu akan lebih efisien. Kita bisa lebih cepat melakukan intervensi cuaca dan menangani potensi penyebaran api sebelum meluas ke kawasan gambut yang lebih dalam,” tambah Nina.
Di akhir wawancara, Nina menegaskan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia berharap Kementerian Dalam Negeri bersama instansi pemerintah pusat terkait dapat segera memberikan persetujuan agar usulan itu bisa direalisasikan. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta memperkuat upaya penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah.
Penulis : nordin
Editor : Dadang

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)





















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

