1TULAH.COM, Palangka Raya – Penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif seiring kondisi yang masih berada pada fase kritis. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus memperkuat pemadaman dan pengendalian karhutla di sejumlah wilayah rawan, Minggu (27 September 2026).
Dalam menghadapi peningkatan kejadian karhutla, BPBPK Kalteng bersama Satgas Gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, relawan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kalteng terus bekerja selama 24 jam di lapangan.
Sebanyak 13.435 personel gabungan dikerahkan di berbagai titik rawan karhutla. Mereka bertugas melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke wilayah lainnya.
Berdasarkan data harian BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah per Sabtu, 26 September 2026, upaya pemadaman darat dalam kurun waktu 24 jam berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 157,11 hektare.
Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan kejadian dan luasan area yang berhasil dipadamkan oleh pemerintah kabupaten/kota dan diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, analisis parameter cuaca Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat tinggi atau sangat mudah terbakar yang ditandai zona merah.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah. Asap karhutla menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya serta menurunkan jarak pandang di beberapa daerah. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Perlindungan juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Berdasarkan data dan prakiraan BMKG untuk periode 26 September hingga 2 Oktober 2026, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, terutama di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, bagian utara Kabupaten Kapuas, serta sebagian wilayah Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur.
Masyarakat juga diminta mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat, angin kencang atau puting beliung, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus melakukan penanganan karhutla secara terpadu, mulai dari pemantauan, pencegahan, pemadaman hingga pengendalian penjalaran api.
Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan setiap kejadian karhutla kepada petugas atau instansi terkait.(*)
Penulis : Hewu
Editor : Apri









![Guruh Soekarnoputra. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/guruh-meninggal-225x129.jpg)







![Guruh Soekarnoputra. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/guruh-meninggal-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

