1tulah.com, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pembangunan keluarga dan perlindungan anak melalui Sosialisasi Penguatan dan Sinergitas Kemitraan Program Pembangunan Keluarga dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Kegiatan yang digelar di Aula Bawi Bahalap, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (29 Juni 2026), menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga tangguh dan Kalimantan Tengah sebagai Provinsi Layak Anak.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan keluarga dan pemenuhan hak anak merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia serta kemajuan daerah.
“Forum ini menjadi pengingat kolektif bagi kita bahwa membangun ketahanan keluarga dan pemenuhan hak anak atas lingkungan yang aman dan inklusif merupakan investasi berharga dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang Layak Anak bagi generasi masa depan,” ujar Sunarti.
Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kualitas, dan daya saing generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, pembangunan keluarga harus dilakukan secara terencana sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Menurut Sunarti, pembangunan keluarga merupakan upaya menciptakan keluarga yang sehat, bahagia, sejahtera, serta mampu memberikan pengasuhan terbaik bagi anak. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen membangun ekosistem yang aman, ramah, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai bagian dari pemenuhan indikator Provinsi Layak Anak.
Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari kualitas pengasuhan, kerentanan sosial ekonomi keluarga, persoalan stunting, hingga pemenuhan gizi anak. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, media, serta forum anak dan remaja.
“Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan pembangunan keluarga berjalan secara terpadu dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama, rencana aksi yang konkret, dan kolaborasi yang semakin kuat demi terwujudnya keluarga tangguh serta perlindungan anak di Kalimantan Tengah,” tegas Sunarti.
Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, sebagai ajakan untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Mohamad Iqbal Apriansyah, Plh. Kepala DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah Suryanto, serta diikuti sekitar 50 peserta secara luring dan lebih dari 250 peserta secara daring dari berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.(*)
Penulis : Hewu



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)













![Ilustrasi pabrik genteng keramik. [Dok PGN]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/buruh-phk-lagi-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

