1TULAH.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha kuliner di Indonesia.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengakuan Chef Arnold Poernomo yang menyebut dirinya terpaksa menaikkan harga menu berbahan dasar daging impor di restoran miliknya.
Melalui unggahan di media sosial Threads, Chef Arnold menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga bukan untuk mengambil keuntungan lebih besar dari pelanggan.
Ia mengatakan kenaikan tersebut terjadi karena biaya bahan baku ikut melonjak seiring penguatan dolar AS terhadap rupiah.
Kondisi tersebut muncul di tengah tekanan besar yang sedang dialami rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Nilai tukar rupiah bahkan sempat berada di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.600 per dolar AS, salah satu level terlemah sepanjang sejarah perdagangan mata uang Indonesia.
Pelemahan rupiah dipicu berbagai faktor global dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik internasional, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus modal asing yang keluar dari pasar domestik. Situasi ini membuat biaya impor berbagai kebutuhan industri meningkat tajam.
Industri restoran menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak karena banyak menggunakan bahan baku impor, terutama daging sapi premium.
Ketika dolar naik, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya lebih besar dalam rupiah untuk membeli produk dari luar negeri.
Dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan restoran besar. Pedagang daging di pasar tradisional juga mulai mengeluhkan kenaikan harga karena pasokan sapi dan daging masih bergantung pada impor. Selain itu, harga kedelai, tahu, dan beberapa bahan pangan lain ikut terdorong naik.
Ekonom menilai kondisi ini dapat memicu imported inflation atau inflasi dari barang impor.
Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, masyarakat diperkirakan akan semakin merasakan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, sementara pelaku usaha harus berjuang menjaga operasional tetap berjalan di tengah biaya yang terus meningkat.
Penulis : Nova Elisa Putri






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



