1TULAH.COM-Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, menyisakan duka mendalam.
Fokus utama kini tertuju pada rentang waktu krusial selama 11 jam, sejak helikopter tersebut dinyatakan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau.
Rentang waktu ini dianggap sebagai kunci penting dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan seluruh penumpang tersebut.
Kronologi Penerbangan Terakhir PK-CFX
Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter PK-CFX memulai perjalanannya pada pagi hari yang tampak normal. Berikut adalah rincian perjalanannya:
-
Pukul 07.34 WIB: Helikopter lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi.
-
Tujuan: Helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
-
Manifest: Mengangkut delapan orang, termasuk pilot dan penumpang.
Pada awal penerbangan, tidak ada laporan mengenai kendala teknis maupun cuaca buruk. Namun, komunikasi terputus secara tiba-tiba tanpa sempat mengirimkan sinyal darurat (emergency signal) atau pesan terakhir.
Pencarian Dramatis di Medan Ekstrem
Segera setelah status dinyatakan hilang kontak, tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan ke titik koordinat terakhir komunikasi yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Medan yang dihadapi tim penyelamat tidaklah mudah. Hutan lebat Kalimantan dan topografi perbukitan yang terjal menjadi kendala utama. Lokasi kejadian perkara (LKP) hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari Desa Tapang.
Setelah pencarian intensif selama berjam-jam, titik terang baru muncul pada malam hari.
“Pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolda Kalimantan Barat.
Analisis 11 Jam: Fase Krusial Investigasi
Rentang waktu 11 jam (07.34 WIB – 18.50 WIB) menjadi bagian paling penting dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Para ahli penerbangan akan memfokuskan analisis pada beberapa aspek berikut:
-
Analisis Kondisi Sebelum Kecelakaan: Membaca data cuaca dan kondisi mesin pada jam-jam awal setelah lepas landas.
-
Ketiadaan Sinyal Darurat: Mengapa perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) atau pilot tidak sempat mengirimkan sinyal bahaya?
-
Rekonstruksi Kejadian: Menentukan perkiraan waktu tepatnya benturan terjadi untuk mengetahui apakah helikopter sempat mengalami gangguan teknis di udara atau faktor eksternal lainnya.
Evakuasi di Tengah Medan Terjal
Operasi evakuasi korban berlangsung di bawah tekanan medan ekstrem. Seluruh jenazah berhasil dievakuasi setelah tim berjuang menembus hutan yang rapat dan cuaca yang tidak menentu. Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan di Kalimantan Barat, mengingat rute tersebut sering digunakan untuk kepentingan operasional perkebunan.
Kini, puing-puing PK-CFX di perbukitan Sekadau menjadi saksi bisu perjalanan terakhir yang tak pernah sampai ke tujuan. Publik menanti hasil investigasi KNKT untuk memberikan kejelasan atas peristiwa memilukan ini. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-225x129.jpg)
















