Heboh Benda Langit Misterius di Lampung! BRIN Pastikan Itu Sampah Roket China CZ-3B

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi benda bercahaya di langit bikin heboh warga Lampung. [istimewa]

Ilustrasi benda bercahaya di langit bikin heboh warga Lampung. [istimewa]

1TULAH.COM-Jagat media sosial baru saja dihebohkan dengan rekaman video amatir yang menunjukkan objek bercahaya misterius melintasi langit Lampung dan Banten pada Sabtu malam (4/4/2026).

Objek tersebut tampak berpijar terang dan pecah menjadi beberapa bagian, memicu berbagai spekulasi mulai dari meteor hingga fenomena supranatural.

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera memberikan klarifikasi ilmiah untuk menenangkan masyarakat.

Penjelasan Ahli: Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa

Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa benda langit tersebut adalah sampah antariksa. Berdasarkan analisis data lintasan, objek tersebut teridentifikasi sebagai bekas roket Long March 3B (CZ-3B) milik China.

“Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa,” ujar Thomas sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu (5/4/2026).

Asal-Usul Roket China CZ-3B

Roket Long March 3B merupakan kendaraan peluncur generasi tua yang sering digunakan China untuk mengirimkan satelit komunikasi ke orbit. Komponen bekas roket ini memang kerap menjadi sampah di luar angkasa yang sewaktu-waktu dapat kembali masuk ke atmosfer bumi secara tidak terkendali (uncontrolled re-entry).

Baca Juga :  Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Kronologi dan Jalur Lintasan

Berdasarkan pemantauan global dari Space-Track (pangkalan data Departemen Pertahanan AS), objek ini telah terdeteksi sebelum akhirnya jatuh di wilayah Indonesia.

  • Rute Lintasan: Meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera.

  • Ketinggian: Sekitar pukul 19:56 WIB, objek turun hingga di bawah 120 km.

  • Fenomena Visual: Pada ketinggian tersebut, objek bergesekan dengan atmosfer bumi yang tebal, menghasilkan panas ekstrem yang membuat material logam berpijar seperti bola api.

“Objek tersebut memasuki atmosfer padat, terus meluncur terbakar dan pecah. Itulah yang disaksikan warga,” tutur Thomas menjelaskan mengapa objek tersebut tampak terbelah menjadi serpihan-serpihan cahaya.

Mengapa Bergerak Lambat? Ini Perbedaannya dengan Meteor

Banyak warga bertanya-tanya mengapa benda tersebut bergerak relatif lambat dibandingkan bintang jatuh biasa. Secara teknis, BRIN menjelaskan perbedaan mendasar antara meteor alami dan sampah antariksa:

  1. Kecepatan: Sampah antariksa bergerak lebih lambat karena kecepatannya sudah berkurang akibat hambatan atmosfer saat berada di orbit rendah.

  2. Visual: Sampah antariksa cenderung pecah menjadi serpihan yang memanjang karena terdiri dari berbagai komponen material buatan manusia.

  3. Durasi: Pijar sampah antariksa biasanya terlihat lebih lama di langit dibandingkan kilatan meteor yang sangat cepat.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Mematahkan Teori Konspirasi

Penjelasan resmi dari BRIN ini sekaligus mematahkan berbagai teori konspirasi yang sempat beredar luas di berbagai platform digital. Lokasi Lampung dan Banten yang berada di pesisir barat Sumatera menjadikannya titik pengamatan yang ideal karena jalur lintasan roket tersebut memang menuju Samudera Hindia.

BRIN menegaskan akan terus melakukan analisis orbit secara berkala untuk memantau potensi jatuhnya benda antariksa lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan keamanan wilayah udara dan daratan Indonesia dari ancaman benda jatuh dari luar angkasa di masa depan.

Fenomena bola api di langit Lampung pada 4 April 2026 adalah peristiwa ilmiah kembalinya sampah antariksa roket China CZ-3B ke bumi. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan selalu merujuk pada informasi resmi dari lembaga terkait seperti BRIN untuk mendapatkan penjelasan yang akurat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng
Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Berita Terbaru