1tulah.com, PALANGKA RAYA – Jam belajar sekolah di Kalteng dipastikan tetap berjalan normal tanpa pengurangan hari maupun jam belajar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas sehingga kegiatan belajar mengajar tidak mengikuti skema penyesuaian kerja yang diterapkan pada sektor lain.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Reza Prabowo mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran agar aktivitas pendidikan tetap berjalan maksimal.
“Pak Gubernur menegaskan tidak ada pengurangan jam belajar. Justru kegiatan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, harus ditingkatkan,” ujar Reza Prabowo, Jumat (3 April 2026).
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah tetap dilaksanakan secara tatap muka dan tidak dialihkan ke sistem daring.
Menurutnya, pembelajaran langsung dinilai jauh lebih efektif dalam mendukung proses pendidikan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
“Kalau kesiapan untuk pembelajaran daring sebenarnya ada, tetapi kebijakan pemerintah tetap mempertahankan tatap muka agar pembentukan karakter siswa dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Reza menambahkan bahwa interaksi langsung di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta perkembangan sikap sosial siswa.
Selain itu, kondisi keuangan daerah Kalimantan Tengah juga dinilai masih mampu mendukung operasional sektor pendidikan secara penuh.
Seluruh kebutuhan pendidikan, termasuk berbagai kegiatan yang menunjang proses belajar mengajar, tetap terpenuhi sehingga tidak ada alasan untuk mengurangi aktivitas belajar di sekolah.
“Untuk sektor lain mungkin ada penyesuaian, tetapi pendidikan tetap menjadi prioritas tanpa pengurangan jam belajar,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kebijakan ini dapat menjaga kualitas pendidikan sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal bagi seluruh peserta didik di daerah tersebut.(*)
Penulis : Hewu






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

