1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi memperketat pengawasan di Jawa Tengah dengan memfokuskan perhatian pada tiga sektor yang dinilai paling rawan praktik korupsi.
Pengawasan ini dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota sebagai respons atas meningkatnya sorotan terhadap tata kelola pemerintahan di wilayah tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Ely Kusumastuti, menjelaskan bahwa sektor yang menjadi prioritas meliputi perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta praktik jual beli jabatan.
Ia menegaskan, pendekatan yang digunakan kini lebih menitikberatkan pada pendalaman substansi, tidak hanya sebatas evaluasi administratif.
KPK juga mengingatkan para kepala daerah agar penggunaan anggaran negara benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat dan bebas dari konflik kepentingan.
Langkah ini diperkuat setelah adanya pembekalan kepada kepala daerah dan DPRD di Jawa Tengah pada 30 Maret 2026.
Pengetatan pengawasan ini dinilai penting menyusul sejumlah kasus operasi tangkap tangan yang menjerat kepala daerah, termasuk Sudewo, Fadia Arafiq, dan Syamsul Auliya Rachman.
KPK berharap langkah ini mampu menekan potensi penyimpangan secara signifikan di wilayah Jawa Tengah.
Penulis : Dedy Hermawan

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)



















