1TULAH.COM-Kabar gembira bagi masyarakat kurang mampu menjelang bulan suci Ramadan. Pemerintah resmi mengumumkan penyaluran bantuan pangan tambahan yang akan mulai didistribusikan pada pertengahan Februari 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan dampak inflasi selama masa Ramadan dan Idulfitri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa intervensi ini bertujuan memperkuat sisi permintaan (demand side) di tengah fluktuasi harga pangan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Detail Bantuan Pangan Ramadan 2026
Berbeda dengan bantuan reguler, bantuan tambahan ini diberikan dalam bentuk fisik komoditas pokok. Berikut adalah rinciannya:
-
Jenis Bantuan: 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.
-
Durasi: Diberikan selama 2 bulan (Februari dan Maret).
-
Target Sasaran: 35,04 juta keluarga yang masuk dalam Desil 1-4.
-
Kriteria: Masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
-
“Kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta (10/2/2026).
Bansos Reguler Kemensos Tetap Jalan
Selain bantuan pangan tambahan dari Kemenko Perekonomian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa bantuan sosial (bansos) reguler tidak akan terhenti. Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 Triliun untuk dua program utama:
-
Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan tunai bersyarat bagi keluarga rentan.
-
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Stimulus pangan untuk menjaga kecukupan gizi.
Bantuan reguler ini menyasar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Gus Ipul menekankan bahwa bantuan ini merupakan stimulus agar masyarakat kelas bawah memiliki bantalan ekonomi saat merayakan Lebaran 2026.
Mengenal Bansos Adaptif dan ATENSI
Selain bantuan pokok, pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan sosial khusus yang disebut Bansos Adaptif, yang terdiri dari:
-
Bantuan Adaptif Kebencanaan: Mencakup bantuan isi rumah, pemberdayaan, dan jaminan hidup bagi warga terdampak bencana.
-
Bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Diberikan khusus kepada keluarga atau individu yang memerlukan perhatian sosial khusus (lansia, disabilitas, atau anak yatim).
Data Akurat Menjadi Kunci
Pemerintah sangat menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tidak salah sasaran. Seluruh bantuan ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh BPS dan dimutakhirkan secara berkala oleh Kementerian Sosial.
Gus Ipul mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk aktif dalam proses pemutakhiran data. Kemensos membuka peluang seluas-luasnya bagi perbaikan data di lapangan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan dalam pendataan.
Penyaluran bantuan pangan dan bansos di Februari 2026 ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan stabilitas konsumsi rumah tangga selama Ramadan.
Dengan total anggaran gabungan mencapai puluhan triliun rupiah, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (Sumber:Suara.com)

![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)


![Twibbon Idul Fitri 1447 H. [kolase Twibbonize]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/tiwbbon-lebaran-360x200.jpg)
![Vidi Aldiano meninggal dunia, pidato Sheila Dara viral: suami saya selamanya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/vidi-aldioano-istri-360x200.jpg)


















