Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Ramadan 2026: Beras 10 Kg dan Minyak Goreng 2 Liter Gratis!

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

1TULAH.COM-Kabar gembira bagi masyarakat kurang mampu menjelang bulan suci Ramadan. Pemerintah resmi mengumumkan penyaluran bantuan pangan tambahan yang akan mulai didistribusikan pada pertengahan Februari 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan dampak inflasi selama masa Ramadan dan Idulfitri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa intervensi ini bertujuan memperkuat sisi permintaan (demand side) di tengah fluktuasi harga pangan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Detail Bantuan Pangan Ramadan 2026

Berbeda dengan bantuan reguler, bantuan tambahan ini diberikan dalam bentuk fisik komoditas pokok. Berikut adalah rinciannya:

  • Jenis Bantuan: 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng.

  • Durasi: Diberikan selama 2 bulan (Februari dan Maret).

  • Target Sasaran: 35,04 juta keluarga yang masuk dalam Desil 1-4.

  • Kriteria: Masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

  • “Kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta (10/2/2026).

Baca Juga :  Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem

Bansos Reguler Kemensos Tetap Jalan

Selain bantuan pangan tambahan dari Kemenko Perekonomian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa bantuan sosial (bansos) reguler tidak akan terhenti. Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 Triliun untuk dua program utama:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH): Bantuan tunai bersyarat bagi keluarga rentan.

  2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Stimulus pangan untuk menjaga kecukupan gizi.

Bantuan reguler ini menyasar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Gus Ipul menekankan bahwa bantuan ini merupakan stimulus agar masyarakat kelas bawah memiliki bantalan ekonomi saat merayakan Lebaran 2026.

Mengenal Bansos Adaptif dan ATENSI

Selain bantuan pokok, pemerintah juga menyiapkan skema perlindungan sosial khusus yang disebut Bansos Adaptif, yang terdiri dari:

  • Bantuan Adaptif Kebencanaan: Mencakup bantuan isi rumah, pemberdayaan, dan jaminan hidup bagi warga terdampak bencana.

  • Bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial): Diberikan khusus kepada keluarga atau individu yang memerlukan perhatian sosial khusus (lansia, disabilitas, atau anak yatim).

Baca Juga :  21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Data Akurat Menjadi Kunci

Pemerintah sangat menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tidak salah sasaran. Seluruh bantuan ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh BPS dan dimutakhirkan secara berkala oleh Kementerian Sosial.

Gus Ipul mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk aktif dalam proses pemutakhiran data. Kemensos membuka peluang seluas-luasnya bagi perbaikan data di lapangan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan dalam pendataan.

Penyaluran bantuan pangan dan bansos di Februari 2026 ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan stabilitas konsumsi rumah tangga selama Ramadan.

Dengan total anggaran gabungan mencapai puluhan triliun rupiah, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak
Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!
Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 09:41 WIB

Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Selasa, 21 April 2026 - 05:57 WIB

Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB

Harga BBM & LPG Nonsubsidi Naik: Strategi Efisiensi Pengusaha hingga Fenomena Porsi Makan yang ‘Menciut’

Berita Terbaru

Perwakilan karyawan PT AKT usai audiensi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Murung Raya di Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:35 WIB